Bandung – Sebagai wujud nyata kepedulian akademisi terhadap penguatan ekonomi kerakyatan, tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University menggelar pelatihan bertajuk Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Kinerja BUMDes di Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 26 Agustus 2026.
Kegiatan kolaboratif yang didukung penuh oleh Pemerintah Desa Sugihmukti ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pengurus BUMDes, pelaku usaha lokal, hingga perwakilan generasi muda dan warga masyarakat setempat. Adapun Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University menerjunkan tim dosen Dr. Kiki Sudiana, S.T., M.M., GPHR, Dr. Ir. Moh. Riza Sutjipto, M.T., dan Dr. Ir. Rina Djunita Pasaribu, M.Sc..
Tiga Pilar Strategis Transformasi BUMDes
Dalam pemaparannya, tim akademisi menekankan bahwa keberlanjutan Badan Usaha Milik Desa tidak hanya bertumpu pada ketersediaan modal semata, melainkan sangat bergantung pada efektivitas sistem manajemen internal. Pelatihan ini membedah tiga pilar fundamental pengembangan lembaga usaha desa tersebut.
Pilar pertama menekankan pentingnya tata kelola akuntabel sebagai landasan pengambilan keputusan yang tepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Landasan ini mencakup pembagian peran yang tegas, kejelasan fungsi antarorgan, serta penyusunan prosedur operasional standar.
Pilar kedua berfokus pada manajemen kinerja terarah untuk mengeksekusi strategi usaha secara efisien, sehingga setiap potensi dan sumber daya desa dapat teroptimalkan tanpa ada langkah yang terbuang sia-sia.
Sementara pilar ketiga berpusat pada penggunaan instrumen pemantauan berkelanjutan melalui alat ukur objektif seperti indikator kinerja utama, prapapan pantau kinerja, serta penerapan siklus perencanaan, pelaksanaan, pemeriksaan, dan tindakan guna memastikan perbaikan mutu secara terus-menerus.
Perwakilan tim pemateri menegaskan bahwa tata kelola pada dasarnya mencakup seluruh alur organisasi, mulai dari penetapan tanggung jawab, mekanisme pengambilan keputusan, hingga evaluasi berkala. Tanpa tata kelola yang kuat, potensi bisnis desa dinilai akan sulit berkembang secara optimal.

Analisis Lapangan: Tantangan Tata Kelola dan Sinergi Pelaku Usaha
Melalui pemetaan dan evaluasi awal selama pelaksanaan program, tim pendamping menemukan sejumlah dinamika operasional dan tantangan struktural yang dihadapi pengelola di tingkat lapangan.
Selain itu, keselarasan sinergi antara BUMDes dan pelaku usaha desa juga terbentur kendala pembagian waktu. Keterikatan jadwal para pelaku usaha lokal serta keterbatasan alokasi waktu pengelola menjadi faktor penentu yang menghambat penyusunan instrumen kerja aktual secara bersama-sama.
Dari sisi evaluasi pembelajaran, hasil tes sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman materi yang positif dari para peserta. Kendati demikian, instrumen evaluasi ini dinilai perlu terus disempurnakan agar tidak hanya mengukur penguasaan teori semata, melainkan juga mampu memetakan perubahan praktik operasional nyata di lapangan.
Rekomendasi Strategis dan Pendampingan Lanjutan
Guna memastikan keberlanjutan dampak positif dari kegiatan pengabdian ini, tim PkM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University merumuskan sejumlah langkah strategis untuk perbaikan tata kelola BUMDes Sugihmukti pada masa mendatang.
Langkah awal difokuskan pada koordinasi waktu terintegrasi melalui pemetaan jadwal dan kebutuhan aktual secara partisipatif bersama Pemerintah Desa, pengurus BUMDes, dan pelaku usaha sebelum kegiatan dimulai. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kehadiran para pemangku kepentingan kunci pada sesi-sesi pembahasan strategis.
Bentuk kegiatan pendampingan berikutnya juga diarahkan pada model lokakarya berbasis data aktual. Pendekatan praktik secara langsung ini dirancang untuk membedah proses bisnis riil BUMDes demi melengkapi pemaparan materi teoretis yang telah disampaikan.
Setiap agenda pendampingan nantinya ditargetkan mampu menghasilkan luaran konkret yang terukur sejak awal. Luaran tersebut meliputi dokumen prosedur operasional standar yang telah ditelaah pengelola, rencana kerja operasional yang dilengkapi indikator serta target terukur, hingga lembar pemantauan kinerja yang diuji menggunakan data riil lembaga.
Adapun proses evaluasi keberhasilan program akan dibagi secara bertingkat, mulai dari tingkat pemahaman teori melalui tes terstruktur, tingkat keterampilan menyusun perangkat kerja, hingga tingkat implementasi nyata yang membuktikan penerapan instrumen tata kelola tersebut dalam operasional harian pascapendampingan.
Melalui sinergi berkelanjutan antara Telkom University, Pemerintah Desa Sugihmukti, pengelola BUMDes, dan pelaku usaha lokal, langkah penguatan tata kelola ini diharapkan dapat menjadi batu pijakan utama menuju kemandirian ekonomi desa yang transformatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.***














