BANDUNG BARAT — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mendistribusikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Berdasarkan data per 17 September 2026, krisis air bersih telah melanda 10 kecamatan dan 25 desa di wilayah Bandung Barat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, mengungkapkan bahwa sebanyak 463.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga sejak awal penetapan masa siaga darurat.
“Distribusi air bersih ini menyasar sekitar 7.303 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di titik-titik krisis air. Wilayah yang paling sering mengajukan permintaan bantuan rutin adalah Kecamatan Batujajar, diikuti oleh Cipatat, Cikalongwetan, Ngamprah, Padalarang, Cisarua, Sindangkerta, Cihampelas, Parongpong, dan Gununghalu,” ujar Yoga, Kamis (17/9/2026)
Penetapan status siaga darurat ini merujuk pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Keputusan tersebut ditindaklanjuti dengan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.221-BPBD/2026.
Masa siaga darurat kekeringan ini berlaku sejak bulan Juli dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 September mendatang.
Untuk memenuhi kebutuhan air warga yang melonjak, BPBD menjalin kerja sama dengan PDAM Tirta Raharja dan BUMD KBB yaitu Wibawa Mukti. Titik pengambilan air ditempatkan di lokasi terdekat dari pemukiman warga, seperti kawasan Cisarua dan Kota Baru, guna memangkas waktu pengiriman armada tangki air.
“Kami terus memastikan ketersediaan armada tangki air untuk memenuhi permintaan harian yang tinggi dari masyarakat, terutama di wilayah-wilayah prioritas seperti Batujajar,” tambah Yoga.
Upaya mitigasi dan distribusi logistik air bersih ini dipastikan akan terus berjalan hingga masa Siaga Darurat berakhir pada akhir September, dengan dukungan dari pihak penyedia air lokal dan regional. (GPWK)






