BANDUNG BARAT — Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Puncak Peringatan Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) Jawa Barat Tahun 2026. Kepastian ini dimatangkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Harsiarda yang digelar di Ruang Rapat Diskominfotik, Gedung B Lantai 2 Setda KBB, Kamis (17/9/2026).
Puncak peringatan yang mengusung tema “Transformasi Digital Penyiaran: Merawat Kearifan Lokal Menuju Jawa Barat Istimewa” tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober 2026 mendatang di Plaza Mekarsari, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.
Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) KBB, Donny Pratama, menegaskan bahwa penunjukan Bandung Barat sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan sebuah kehormatan. Pemerintah Daerah KBB bergerak full team atas instruksi langsung dari Bupati Bandung Barat demi menyukseskan perhelatan tingkat provinsi ini.
“Ini suatu kehormatan bagi kami menjadi tuan rumah Harsiarda Jabar 2026. Sesuai arahan pimpinan, kami beserta para perangkat daerah melancarkan persiapan matang. Walau awalnya direncanakan di kawasan Kota Baru Parahyangan, lokasi kini dipindahkan ke Plaza Mekarsari tanpa mengurangi kekhidmatan acara. Kami optimistis partisipasi masyarakat akan tinggi untuk mendukung kampanye kembali ke radio dan televisi,” ujar Donny Pratama usai pimpin rakor.
Donny menambahkan, momentum Harsiarda 2026 menjadi pijakan penting Pemkab Bandung Barat dalam memperkuat literasi informasi publik. Di tengah maraknya paparan informasi liar dan bohong (hoaks), masyarakat didorong untuk kembali menjadikan media penyiaran resmi seperti radio dan televisi sebagai acuan utama yang kredibel.
Menangkal Disrupsi Informasi
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Adiyana Slamet, mengapresiasi antusiasme tinggi Pemkab Bandung Barat dalam mempersiapkan agenda ini. Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KBB mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung insan penyiaran.
“Agenda ini adalah milik insan penyiaran untuk masyarakat. Pesan utamanya, perhelatan harus dibuat semeriah mungkin guna mengajak warga kembali menonton televisi dan mendengarkan radio di tengah gempuran disrupsi informasi yang kian mengkhawatirkan. Target kami, rangkaian acara pada 10 Oktober nanti melibatkan kurang lebih dua ribu peserta lewat kolaborasi lintas sektor,” pukas Adiyana.
Edukasi, Pengabdian Masyarakat, hingga Jaraswara Penyiaran
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Harsiarda Jabar sekaligus Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jawa Barat, Lukman Munawar Fauzi, menjelaskan bahwa Harsiarda 2026 dirancang tidak sekadar sebagai ajang seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat riil bagi publik.
Sejumlah kegiatan sosial dan kesehatan gratis disiapkan menyertai acara puncak, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, aksi donor darah, konsultasi psikologis, senam sehat bersama, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak.
Selain agenda kemasyarakatan, Harsiarda Jabar 2026 menjadi panggung apresiasi bagi insan penyiaran melalui penganugerahan Piala Ketua KPID Jawa Barat dan Jaraswara Penyiaran bagi lembaga penyiaran yang dinilai konsisten menghadirkan konten berkualitas.
“Transformasi digital seharusnya tidak membuat penyiaran kehilangan identitas. Perkembangan teknologi justru harus dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan konten lokal. Lewat Harsiarda 2026 di Bandung Barat, kita menegaskan bahwa media penyiaran tetap menjadi benteng utama dalam merawat kearifan lokal Jawa Barat agar terus hidup dan relevan,” tutur Lukman. (GPWK)






