Note Ustadz Nur Ichsan Jundulloh Lc.
Masjid Al Amin Situsari Bandung
MT Sahabat Bandung Community (SBC)
Senin, 03 Agustus 2026
by : lucyrustikasari
📗MENEMUKAN KEDAMAIAN DI TENGAH PENATNYA HIDUP (TADABBUR QS. AL BAQARAH AYAT 45-46)📗
Di ayat sebelumnya (ayat 44) ttg orang2 Bani Israil yg ditegur oleh Allaah, sebab mereka memasang standar yg begitu tinggi pd orang lain, ttg beramal shaleh, tapi ketika ke diri sendiri hanya mengambil standar yg paling bawah dg berbagai macam alasan.

Di ayat 44 : Allaah menyindir mereka : “Mengapa kalian (Bani Israil) menyuruh/ memerintahkan orang lain utk berbuat kebaikan (al birr) tapi mereka (Bani Israil) sendiri tidak berbuat baik” = Kalian melupakan diri kalian sendiri. Memasang ajaran berat utk orang lain, seolah mereka sudah melakukannya pdhl mereka tidak melakukannya. Harusnya standar itu ditukar = Utk orang lain se- ringan2nya, utk diri sendiri se-tinggi2nya = utk orang lain diberi kemudahan/kasih kabar gembira/jangan dipersulit, utk diri sendiri ambil yg paling kuat/kokoh. Spt Rasul kpd umatnya menyunahkan tahajud, tapi bagi Rasul sendiri tahajud itu spt kewajiban, nabi pasang standar yg bisa dikerjakan umatnya & pasang standart utk diri sendiri dg standar tinggi. Karena Allaah tidak bosan menerima ibadah kita, & Allaah tidak membebani kita, shg kerjakan yg kalian sanggup.

🖋Sebaliknya dg Bani Israil, pemuka agamanya menyuruh harus ini, harus itu, tapi mereka sendiri tidak melakukannya. Seperti juga dirumah, orang tua kpd anak, jangan spt karakter Bani Israil, yg hanya menyuruh ini-itu, tapi mereka sendiri tidak melakukannya. Otokritik ayat 44 : Lisan tanpa amal = Menuntut anak jadi penurut sambil membentak, atau menuntut suami sempurna sambil membiarkan diri berantakan, adalah akar dari kelelahan jiwa kita.
▪️▪️QS. Al Baqarah ayat 45 : Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا سْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ وَاِ نَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ
“wasta’iinuu bish-shobri wash-sholaah, wa innahaa lakabiirotun illaa ‘alal-khoosyi’iin”.
== “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,”.
▪️▪️QS. Al Baqarah ayat 46 : Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَ نَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
“allaziina yazhunnuuna annahum mulaaquu robbihim wa annahum ilaihi rooji’uun”
== “(yaitu) mereka yang yakin bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”.
🖋Minta tolonglah dg sabar & shalat, dan itu sangat berat, kecuali utk orang2 yg khusyuk.
✅️Siapa orang2 yg khusyu ?? Yaitu orang2 yg yakin : “Yazhunnuun” == yg meyakini/yg berprasangka yakin.
✅️Al Quran diturunkan sbg “hudan”/petunjuk/guide = ibarat map/peta yg memberi petunjuk jalan. Jika hanya melihat, membahas, bahkan mungkin menghafal petunjuk tsb, tapi tidak mengikuti petunjuk tsb = tidak akan sampai ke tujuan. Shg tujuan utama diturunkannya Al Quran = memberi petunjuk untuk diikuti agar kita selamat sampai tujuan, maka Al Quran harus dibaca, dibahas, difahami utk diikuti.
✅️Maka utk menemukan kedamaian ditengah penatnya hidup, Allaah menyuruh kita utk minta tolong dg sabar & shalat. Sering kita dengar ayat seribu dinar (▪️QS. At Talaq ayat 2-3) : “Wa may yattaqillaha yaj al-lahu makhraja. Wa yarzuq-hu min aisu la yahtasib, wa may yatawakkal alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja alallahu likulli syai in qadra” == “Barangsiapa yg bertakwa kpd Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka2nya. Dan barang siapa yg bertawakal kpd Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yg (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu”.
🖋Konteks ayatnya ttg perceraian, artinya dlm perceraian harus dibungkus dg ketaqwaan, shg Allaah beri jalan keluar & rezeki yg tidak disangka2. Tapi konteks ayat tsb, bisa kita gunakan dlm segala hal, karena ayat Al Quran itu dikeluarkan dari konteksnya tetap bermakna, dikembalikan ke konteksnya pun juga tetap bermakna.
✅️Ketika perbuatan & kata2 berbeda, maka minta pertolongan dg sabar & shalat, agar kembali pd kebenaran. Saat semua terasa berat, saat fisik lelah, bathin terkuras & emosi terkoyak = minta tolong dg sabar & shalat. Spt saat Fatimah putri nabi merasa lelah/kecapean mengurus rumah tangga karena tidak punya budak, sampai Fatimah meminta seorang budak (ART) pd nabi, nabi memberi saran : Sebelum tidur bacalah : Tasbih 33x, Tahmid 33x & Takbir 34x = karena itu lebih baik drpd seorang budak (ART), artinya : Standar hidup nabi disamakan dg rata2 hidup kebanyakan umatnya. Shg Ali bin Abi Thalib r.a, setelah mendengar wasiat nabi tsb, tidak pernah lepas dari membaca tasbih, tahmid & takbir sebelum tidur, shg di pagi harinya bangun dlm keadaan fisik yg segar, bathin yg tenang, & emosi yg baik.

🖋Berbeda dg Bani Israil yg tidak mau meninggalkan kebiasaan lamanya = tidak mau move on = tidak mau mengakui kebenaran Rasul = mereka tahu kebenaran, namun tertahan oleh kebiasaan lama, sama spt kita yg tahu harus sabar tapi kebiasaan mengeluh mengikuti kaki kita.
✅️Maka utk meninggalkan kebiasaan lama, Allaah perintahkan “Sabar & Shalat” = berimanlah pd nabi Muhammad SAW, yg membenarkan kitab2 kalian = jika percaya pd taurat & injil, harusnya otomatis percaya pd Al Quran. ️Tapi mereka tidak mau, karena posisi mereka sbg pemuka agama/ tokoh/ sbg panutan, tidak mau mengakui Rasul/ sbg follower Rasul = tidak gampang/ bukan hal yg gampang bagi seorang tokoh kemudian harus jadi seorang follower = mereka tidak bisa menundukan ego-nya.
🖋”Wasta’iinuu” == “dan mohonlah pertolongan”, spt dlm ayat “Wa iyyaaka nasta’iin” = “dan hanya pd Engkaulah kami memohon pertolongan”.
✅️Maknanya : Ketika kita minta pertolongan, attitude orang minta tolong tidak sama dg orang yg menyuruh = Harus betul2 attitude orang yg meminta tolong pd orang lain = spt juga attitude minta tolong pd Allaah = dg attitude merendah, posisi orang yg butuh pertolongan, sudah maksimal usaha, setelah itu minta pendampingan dari Allaah tanpa lari dari Allaah.
✅️Isti’anah = meminta pertolongan di saat batas tenaga & upaya maksimal kita telah habis. Ibarat saat anda mentok menenangkan anak yg rewel, di batas kelelahan itulah anda mengangkat tangan : “Ya Allaah, tolong aku”.
✅️Ibarat dua dongkrak kehidupan : Saat mobil kehidupan anda bocor ditengah jalan, berteriak saja tidak cukup, anda butuh alat bantu. Dongkrak (alat bantu) = sabar & shalat. Tuas (usaha) = harus merakit & memutarnya dg sisa tenaga. Hasil = Allaah yg akan mengangkat beban berat tsb saat tuas digerakan.
🔸️ Wasta’iinuu bish shabri :
Urutannya : Sabar dulu baru shalat. Mengapa ??. Pendapat Ali bin Abu Thalib r.a karena :
✅️”Sabar dari keimanan, ibarat kepala dari sebuah tubuh”. Jika ada badan tapi tidak ada kepala = tidak bisa bergerak. Ada kepala tapi fungsinya terganggu, badan tidak bisa digerakan/lumpuh.
✅️Sabar adalah pondasi. Jika hati masih dipenuhi penolakan, amarah, dan keluhan atas takdir, maka shalat hanya akan menjadi gerakan olahraga fisik semata. Maka shalat tanpa sabar itu sangat berat / tidak bisa, karena utk bisa shalat, juga perlu sabar.
✅️Sabar ada tiga jenis = tiga medan ujian sabar, yaitu :
🔹️1). Sabar dlm menjalankan ketaatan.
🔹️2). Sabar dlm menjauhi kemaksiatan (menahan diri dari dosa, menahan amarah).
🔹️3). Sabar dlm menghadapi takdir dari Allaah (bertahan & tetap bersyukur saat ada ujian).
🖋Mengerjakan sabar dlm shalat = sabar dlm menjalankan ketaatan, termasuk juga sabar dlm menyuruh shalat. ▪️QS. Thaha ayat 132 : Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِا لصَّلٰوةِ وَا صْطَبِرْ عَلَيْهَا ۗ لَا نَسْــئَلُكَ رِزْقًا ۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَا لْعَا قِبَةُ لِلتَّقْوٰى
“wa-mur ahlaka bish-sholaati washthobir ‘alaihaa, laa nas-aluka rizqoo, nahnu narzuquk, wal-‘aaqibatu lit-taqwaa”.
== “Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.”.
✅️Bedanya washbir & wash-THA-bir == >> washbir = “sing sabar”, — washthabir = “sing sabaaaaarrr sekali”.
✅️Sabar tidak sama dg pasrah, Sabar = Habsun Nafs = manahan diri. Sebab sabar menjalankan ketaatan itu bergerak & beraktifitas. Spt orang mendaki gunung : ○1). Sabar dlm taat : utk terus melangkah/mendaki keatas. ○2). Sabar tidak maksiat : utk tidak tergoda utk turun ke bawah/ kembali kebelakang. ○3). Sabar menghadapi takdir : utk memikul beban yg berat.
✅️Sabar itu tidak diam saja, sabar tetap menjalankan aktifitas walau dlm tekanan.
✅️Sabar = tindakan aktif & bertenaga besar utk mengerem jiwa : ☑️Menge-rem/menahan lisan dari bicara kasar/keluhan kasar, ☑️Menge-rem/menahan tangan dari perbuatan merusak/amarah, ☑️Menge-rem hati dari yg Allaah tidak suka (su’udzan/ berprasangka buruk pd Allaah/ pd takdir/keadaan). Jika manusia sering tergelincir, spt tergelincir ketika mendaki gunung, itu normal/manusiawi, tapi tetap harus sabar & terus melangkah/bergerak.
🖋Tafsir Mujahid : Sabar di maknai dg shaum = “as shabru ash shaumu” = Sabar adalah puasa, karena puasa melatih kesabaran. Puasa melatih menahan lapar, haus & fisik, sementara sabar melatih kita berpuasa dari amarah & keluhan ego.Tunggulah hingga azan maghrib kehidupan (kematian) tiba, disitulah berbuka dg nikmat surga.
✅️Ada tiga pahala yg balasannya tidak pakai angka2, yaitu : PUASA, SABAR & MEMAAFKAN.
Shg menurut salafus shaleh : “shawammah qowwamah” = Ahli shaum – banyak qiyam = orang yg sabar & rajin shalat. Spt : Hafsoh r.a = istri nabi yg hampir dicerai oleh nabi, karena membocorkan rahasia, tapi malaikat Jibril turun & meminta nabi rujuk kembali, karena ada 3 faktor yg membuatnya dijaga keutuhan rumah tangganya, yaitu karena Hafsoh itu “shawwamah qawwamah”, karena ia istri nabi di surga & karena Allaah sayang pd Umar bin Khatab r.a (ayah Hafsoh/mertua nabi).
🔸️ Wasta’iinuu bish shabri wash shalaah :
Rasul ketika tertimpa masalah yg sangat besar/berat/problem besar, maka Rasul bergegas utk shalat. ✅️Shalat = cara merilis emosi ala Rasul = cara melepas stress ala Rasul. Shalat = ruang istirahat jiwa. Jadikan sajadah sbg rest area dari penatnya urusan rumah & dunia, bukan sekedar kewajiban yg diburu waktu/sbg beban.
✅️Masalah di rumah tangga, masalah di kantor, masalah dijalan, & segala macam masalah, istirahatkan dg shalat, walau masalahnya tidak berubah, minimal cara menghadapinya lebih tenang, tidak terpengaruh dg api yg membakar jiwa, spt nabi Ibrahim a.s yg dibakar dg api, tapi api menjadi dingin utk nabi Ibrahim, tapi utk orang lain, api tetap panas. Spt juga krisis ekonomi = ibarat api dlm jiwa/dlm kehidupan, tapi dg shalat api jadi dingin/hati kita lebih tenang, target kita bukan krisisnya jadi hilang tetapi kita tidak terbakar oleh krisis ekonomi tsb.
✅️Bagi nabi shalat menjadi waktu yg ditunggu2, coba perhatikan, awal perintah shalat turun, berawal dari emosi nabi yg luar biasa dlm tekanan, setelah rentetan tekanan, embargo (selama 3 tahun), kelaparan luar biasa, sulit dapat makanan, tabungandana habis, Khadijah sakit hingga meninggal, tidak ada lagi suplai dana (habis hartanya), ditambah lagi dg meninggalnya paman yg selalu melindunginya/mem-backingnya (Abu Thalib), lalu nabi pergi ke Thaif dg berjalan kaki, berharap disana disambut tapi malah disambit dilempari batu hingga kaki nabi berdarah2, nabi kehilangan, kelaparan, kelelahan, dihina, terluka badan, shg emosi nabi tertekan luar biasa. Maka oleh Allaah di -isra mi’raj-kan, tujuannya utk menjalankan perintah Allaah = SHALAT.
🖋Mengapa shalat terasa sangat berat ??.
“Wa innahaa lakabiirah” == “Sesungguhnya (shalat/minta tolong) itu sangat berat”. == >> Allaah yg berfirman = Allaah yg membenarkan bhw minta tolong dg sabar & shalat itu sangatlah berat, sebab Allaah Maha Tahu, saat masalah sudah berat, saat ada masalah berat/besar, manusia itu inginnya melampiaskan emosi, menyalahkan orang lain, mengkambing hitamkan kondisi/keadaan, dsb. Allaah Maha Tahu bhw terkadang tahajud terasa mustahil, & berdiri shalat terasa melelahkan. Shalat menjadi beban raksasa bagi hati yg terhijab dunia, kecuali bagi mereka yg memiliki satu kunci rahasia.
✅️Sejatinya shalat = penjara jiwa yg membebaskan. Saat shalat = memenjarakan seluruh anggota tubuh = seluruh panca indra dikunci (dipenjara), mata menunduk, mulut hanya baca Quran, tangan bersedekap. Namun shalat membebaskan/ melepaskan manusia dari emosi yg luar biasa. Sedangkan EGO kita benci dipenjara. Shalat = memenjarakan fisik selama 10 menit adalah satu2nya cara membebaskan jiwa utk terbang menghadap Allaah.
✅️Allaah memvalidasi emosi, bhw shalat itu berat. Tafsir Al Qurtubi : Shalat memenjarakan aktifitas kita, shg aktifitas kita saat shalat, hanya boleh “aktifitas dg Allaah”. Shalat diawali dg “Takbirotul ihram” = yg mengharamkan selain gerakan shalat. Saat shalat = di defragmen (dikondisikan ulang) = disatukan antara perasaan, hati & fikiran, shg Allaah memberi kekuatan. Ego/syahwat/hawa nafsu dipenjara, tapi tidak lama, minimal 1x shalat hanya sekitar 7 – 10 menit, atau minimal satu harinya 32 menit saja.

✅️Sabar & shalat itu “Berat”, kecuali bagi orang2 yg KHUSYUK. Siapa orang2 yg KHUSYUK itu (Al Khashi’un) ??. Secara bahasa “Khusyuk” berarti sukun (ketenangan/diam) dan Tawadhu (rendah hati). Hati yg khusyuk ibarat air danau yg tenang, tidak beriak oleh emosi dan kecemasan dunia. Saat berdiri diatas sajadah, lepaskan atribut2 dunia, berdirilah sbg hamba yg fakir.
🖋Ayat ini berkaitan utk Bani Israil yg susah jadi orang yg khusyuk. Bani Israil itu dinamis, aktif/ gas-pol tapi susah diajak tenang, tidak dilatih utk bisa menenangkan diri. Tapi nasrani, pemuka agamanya terlalu diam/ nge-rem/ menjaga jarak dari dunia, sedangkan islam itu tengah2, bergerak tapi tidak gas-pol, mengerem tapi tidak diam, dua2nya ada dlm islam, & islam pertengahan/seimbang.
🖋Bagi Bani Israil, utk bisa khusyuk/diam/tenang itu berat, & konteks ayat tsb bhw : Berat utk sabar & shalat, kecuali orang2 yg khusyuk/tawadhu = yg merendahkan hati pd kebenaran. Karakter kejiwaan Bani Israil = emosional, meledak2, gas-pol terus shg tidak peduli nabrak2, nggak ada rem, tetapi jika dapat musibah/kesusahan = nge-down banget, sampe menyalah2kan orang lain atau keadaan. Kejiwaan nasrani (yg di ajarkan nabi Isa a.s) = rem terus.
✅️Dan islam datang dg keseimbangan diantara keduanya tidak terlalu gas-pol & tidak selalu ngerem = gas & rem kedua2nya ada = “fidunya hasanah, wal fil akhirati hasanah”, ada masanya bersyukur (hapy), ada masanya bersabar = ada keseimbangan/ umat pertengahan = “Ummatan washato”, spt disebut dlm ▪️QS. Al Baqarah ayat 143 (ayat pertengahan dlm QS. Al Baqarah).
.
.
🚪TANYA JAWAB :
💠1. shalat harusnya menjadikan kita jadi lebih baik, tetapi faktanya tidak spt itu, kebanyakan shalat hanya jadi pengakuan saja/melaksanakan kewajiban saja, bagaimana agar shalat membuat kita jadi lebih baik lagi ??
Jawab : Sering dikenal dg STMJ = Shalat terus maksiat jalan. Sejatinya shalat itu spt memupuk tanaman, berproses, tidak ujug2 satu kali shalat langsung shaleh. Dalam shalat, setiap orang punya perjalanannya masing2, dari level rendah samapai dg level tinggi. Spt menurut Ibnu Qayyum, ada 5 level khusyuk dari seorang mukmin, utk sampai ke level berjuang dlm shalat utk khusyuk dihadapan Allaah. Karena khusyuk itu syarat mutlak diterimanya shalat kita. bahkan ada riwayat nabi pernah menyuruh orang utk mengulangi shalatnya sampai beberapa kali. Kekita seseorang itu shalat, tapi tetap maksiat, jangan menyalahkan shalatnya, tapi memperbaiki qualitas shalatnya, shg akan berdampak pd kehidupannya, jadi tidak sim salabim, semuanya berproses dlm kehidupan ini. menegakkan shalat = iqomush shalat = spt membuat sebuah bangunan, ada pondasi yg harus digali terlebih dahulu, ada tanah yg harus dipadatkan dulu, dsb.
💠2. Ada kalimat yg menyebutkan bhw neraka & surga itu suatu “dikotomi”, maksudnya bagaimana ??
Jawab : Dikotomi = pemisahan = yg saling bertolak belakang. Artinya memang antara neraka & surga itu terpisah & saling bertolak belakang. Maka dlm Quran, setiap Allaah ceritakan ttg surga selalu juga Allaah ceritakan ttg neraka, supaya terlihat perbedaaannya/kontrasnya, bhw di neraka mereka melihat enaknya kehidupan ahli surga di dalam surga & ahli surga melihat betapa pedihnya azab di neraka utk ahli neraka, shg ada perbandingan yg sangat kontras. Wallahu’alam.
.
.
.
semogabermanfaat
maafkansgalakkurangandrpenulis.















