Salah satu problem dalam dunia pendidikan yang sampai saat ini masih mengemuka adalah tingginya angka pengangguran termasuk di Jawa Barat. Saat ini tidak sedikit perusahaan-perusahaan yang terpaksa mem-PHK karyawan karena situasi ekonomi saat ini, hal yang lain yang menjadi sebab pengangguran adalah terjadinya mismatch antara penyediaan dunia pendidikan dalam hal ini kompetensi dan kebutuhannya di suatu wilayah.
Inilah salah satu bahan diskusi menarik dalam program Tamu Kita di TV Harmoni pada 8 Juni 2026 yang menghadirkan narasumber utama H. Jajang Rohana S.Pd.I. Anggota Dewan Provinsi Daerah Jawa Barat.

Menurut narasumber, kompetensi erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat menjawab tantangan sehingga ada manfaatnya dalam kehidupan dan ini sesuai dengan agama kita bahwa kita adalah khalifatu fil ard yaitu memakmurkan bumi: “Tantangan ini ke depan makin berat, jumlah penduduk makin banyak, lahan makin sempit, alam akan berubah sehingga ini menjadi PR bagaimana memanfaatkan kompetensi dengan kebutuhan lapangan yang sering tidak match.”

Kang Jajang melihat betapa pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan, bukan sekedar anak sekolah, tetapi dunia pendidikan juga memastikan yang terdapat ketepatan antara lapangan pekerjaan di suatu daerah atau wilayah dengan kompetensi. “Setiap daerah akan berbeda dengan daerah yang lain. Umpamanya di daerah Pangalengan, kembangkanlah pendidikan, keterampilan atau kejuruan yang hubungan dengan pertanian dan peternakan, sehingga anak-anak betah di sana dan berpenghasilan di sana sehingga tidak terjadi lagi urban ke kota. Contoh yang lain daerah Pantura adalah daerah industri sehingga anak-anak disiapkan untuk industri manufaktur atau tekstil dan lain-lain sehingga akan ada keseimbangan. Atau daerah pantai selatan dan Bandung Raya tidak cocok untuk industri tetapi cocok untuk jasa dan pariwisata.” Selain pendidikan, Pemerintah juga perlu memperkuat ekosistem pendidikan ini dengan penyediaan infrastrukturnya dan transportasi.








