Note Ustadz Nur Ihsan Jundulloh Lc.
Jl. Situsari Wetan (🏩 Ibu Hjh.Popy Handayani)
MT Sahabat Bandung Community (SBC)
Senin, 06 April 2026
by : lucyrustikasari
💜MENATA HATI ERATKAN SILATURAHMI💜
▪️Kata nabi (dlm HR. Bukhari) : “Diantara orang2 yg mendapat naungan di padang mahsyar adalah orang2 yg bertemu & berpisah karena Allaah, saling menyayangi/mencintai karena Allaah”.
🌂Pahala yg kita kumpul2kan dibulan Ramadhan kemarin, harus dijaga baik2, sebab jika kita tidak mau menjaga nilai tabungan pahala kita, akan terkena inflasi/menurun nilainya. ☑Artinya : Ibadah yg kita lakukan selama ini, jangan sampai habis pahalanya. Karena pahala yg kita kumpul2kan hingga saat ini, belum tentu akan menjadi milik kita seutuhnya, dan pahala akan dibagikan nanti setelah kita meninggal dunia, karena selama masih hidup, selama masih di dunia, manusia masih bisa berubah. ☑Dan ada yg namanya PEMBATAL pahala, Artinya : Amal shaleh yg kita kerjakan selama ini, pahalanya bisa saja hilang.
🌂Maka amal shaleh yg kita kerjakan harus kita JAGA. Spt : Kita harus benar dlm mengumpulkan harta & harus pula berusaha utk menjaganya, spt itu juga amal ibadah kita, yg kita kumpulkan dg upaya maksimal dibulan Ramadhan kemarin, setelah Ramadhan harus jadi perhatian, yaitu menjaga pahala2nya agar balasan dari Allaah tidak hilang, tidak jadi sia2, dlm bhs.sunda : “cape gawe teu kapake”. Dlm bhs Quran (▪️QS. Al Ghasyiyah ayat 3) : “amilatun nasibah” = “sudah capek2/berpayah2 beramal tapi diakhirat tidak dapat apa2”. Spt di dunia kita jaga emas, jaga niai tabungan agar tidak bangkrut, spt itu pula kita jaga pahala dg tabungan emas pahala, agar tidak bangkrut di akhirat.
🌂▪️HR. Muslim no. 2581 : “Kebangkrutan hakiki adalah di akhirat, yaitu orang yg membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, namun pahala tsb habis diberikan kpd orang2 yg dizaliminya (dicaci, difitnah, hartanya dimakan, darahnya ditumpahkan) didunia, lalu ia dilemparkan ke neraka”.
☑Nabi ajarkan doa agar tidak menjadi orang yg bangkrut di akhirat / Doa berlindung dari hilangnya nikmat & datangnya penyakit (▪️HR. Muslim no. 2739) :
📌“Alloohumma innii a’uudzubika min zawaali ni’matika, wa tahawwuli ‘aafiyatika, wa fujaa’ati niqmatika, wa jamii’i sakhothika”.
=== “Ya Allaah, aku berlindung pada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dan aku berlindung pada-Mu dari berubahnya kesehatanku, dan aku berlindung pada-Mu dari siksa yg datang tiba2, dan aku berlindung pada-Mu dari semua murka-Mu”.
☑Ada 4 hal yg kita berlindung pd Allaah, yaitu dari : Hilangnya nikmat, hilangnya sehat, bencana & semua murka Allaah. Yg mana semua itu akan membuat kita sedih, susah, capek, menderita, dsb. Karena kita tidak bisa memprediksi apa yg akan terjadi di depan.
🌂Maka kita perlu menjaga pahala yg sudah kita kumpul2kan, agar tidak digerogoti inflasi/muflish/bangkrut. ▪️Kata sahabat nabi : “Orang yg bangkrut adalah orang yg habis uang/cash/aset/tabungan (mantab/makan tabungan atau manset/makan aset) = bangkrut duniawi”. Tapi bangkrut duniawi masih bisa direcoveri selama masih hidup/masih bernafas, masih bisa dicari lagi. Sedangkan ▪️kata nabi : “Orang yg bangkrut (bangkrut yg sebenar2nya bangkrut), yaitu : “Mereka yg datang ke akhirat dg membawa banyak pahala (shalat, shaum, ngaji, tilawah, tadarus, ibadah2 ritual lainnya, dsb), tapi disaat yg sama, lisan & tangannya juga membawa dosa kezhaliman yg banyak”. == ☑Mereka yg lisannya : menyakiti, mencaci, mengejek, membuli, menuduh, memfitnah, menghancurkan nama baik seseorang, dsb.
☑Dan yg tangannya : menyakiti, melukai, mengambil yg bukan hak miliknya, menumpahkan darah orang lain, dsb.
☑Artinya : Penyebab kebangkrutan ada dua, yaitu : LISAN & TANGAN. Maka shalatnya, shaumnya, tilawahnya menjadi tabungan pahala utknya, tapi disisi lain, disaat yg sama pengeluaran/tagihan/cicilan yg harus dibayarnya lebih banyak drpd pemasukannya = lebih besar pasak drpd tiang.
🌂Dan nabi sudah memprediksi, di ahir zaman mata uang akan kembali/akan balik lagi pakai emas. Tahun 1.500 an yg banyak dipakai didunia adalah mata uang Spanyol, saat Spanyol hancur, yg naik mata uang Inggris (poundstrerling), lalu Inggris jatuh ketika peristiwa Terusan Suez, shg Inggris bangkrut, lalu naiklah mata uang Amerika, shg dolar jadi mata uang diseluruh dunia, sekarang Amerika turun diguncang perang & sekarang Terusan Hormuz yg boleh lewat, bayar dg pakai mata uang yuan (wallaahu’alam). Setiap bangsa/umat diberi giliran utk naik/berkuasa/menang dan turun/kalah, oleh Allaah. “Wa tilkal ayyamu nudawiluha bainannas” (▪️QS. Ali Imran ayat 140).
🌂Hati2 bangkrut, orang yg punya tabungan tapi terlalu banyak pengeluaran (didunia), & di akhirat = banyak pahala/banyak amal shaleh, tapi juga punya banyak tagihan hutang/dosa yg ditagihkan nanti di akhirat = korban lisannya & atau korban tangannya = korban yg pernah disakiti, diambil hartanya, dibuli, dsb.
▪️Kata nabi : “Si ahli” ibadah ini nanti disidang didepan Allaah, korban2nya menuntut keadilan, dan Allaah panggil keduanya (korban & pelaku), tapi di akhirat tidak ada mata uang, jadi tidak ada UANG DAMAI, tapi mata uangnya pakai adalah PAHALA & DOSA.
☑Mata uang di akhirat adalah pahala, manusia jika sudah di akhirat yg dicari adalah pahala, mereka datang ke anaknya utk minta pahala, tapi masing2 manusia akan menjaga pahalanya. Tapi banyak yg sudah capek2 shalat, shaum, beramal shaleh, tapi ternyata banyak yg menuntut = korban kezhaliman/yg tersakiti. Pdhl ia yg ibadah, tapi orang lain yg dapat pahala = karena TIDAK menjaga pahala. Syukur2 jika tabungannya banyak/sisanya masih banyak/cukup utk membeli SURGA = menukar pahala (mata uang) dg Rahmat Allaah utk bisa ke SURGA.
☑Karena masuk ke surga bukan dg pahala, tapi hanya karena Rahmat Allaah-lah yg memasukkannya ke surga. Ibarat kita akan ke Cina, tidak bisa pakai Rupiah, tapi kita harus tukar dulu di money changer dg mata uang yuan. Begitu juga di akhirat mata uang pahala harus ditukar dulu dg Rahmat Allaah, agar kita bisa masuk ke Surga-Nya.
☑Yang berbahaya jika pahala habis & yg nagih/yg nuntut masih banyak, maka dosa2 orang yg menuntut/korban2 kezhaliman diambil oleh Allaah & ditransfer pake pelaku kezhaliman (setara/setimpal). Ibarat : Saldo habis tagihan terus2an datang = bangkrut/muflish. Bangkrut di dunia masih bisa direcoveri, tapi bangkrut di akhirat BAHAYA, sebab ketika habis pahala & bertambah dosa2, maka akan dilemparkan ke NERAKA.
🌂Bulan Syawal = bulan menjaga pahala supaya jangan sampai bocor. Di negara kita, setelah Ramadhan/setelah shalat iedul fitri ada acara mudik ataupun halal bihalal, walaupun itu sebuah tradisi, tapi itu merupakan tradisi yg baik, sebab kita sudah capek2 kumpulin pahala di Ramadhan & agar tidak bocor, maka ber-halal bihalal/saling menghalalkan, karena jika tidak dihalalkan sekarang (didunia), nanti di akhirat jadi masalah (diambil pahala kita atau ditukar dg dosa orang lain). Artinya : Dihalalkan/ saling menghalalkan, jangan sampai ada tabungan (pahala) yg bocor atau berkurang = jangan sampe “cape gawe teu ka pake”.
🌂Halal bihalal = 🔸️1). Meminta maaf pada orang yg mungkin saja tersakiti oleh kita, dan disisi lain 🔸️2). Kita memaafkan orang lain yg mungkin pernah menyakiti hati kita.
📌Memaafkan ada dua yg Allaah janjikan, yaitu :
☑1). Di dunia = Orang yg bisa memaafkan diberi “nafsul muthmainnah & roodiatham mardhiyyah”.
☑2). Di akhirat = Dapat surga.
🌂Memaafkan itu susah/tidak gampang, karena muncul dendam, emosi negatif yg bertumpuk2 diperasaan, shg pd ahirnya, susah utk memaafkan. Maka motivasi terbesar utk bisa memaafkan, bukan dari manusia tapi dari Allaah.
📌Bisa memaafkan itu, ibarat mendapatkan CEK KOSONG (cek yg isinya terserah kita mau nulis berapapun nominalnya/terserah berapapun banyaknya pahala yg kita mau/yg tidak pakai hitung2an nominal lagi) dari Allaah.
📌Dan amalan2 yg dikerjakan (utamanya di bulan Ramadhan), spt mendapatkan “CEK KOSONG”, adalah :
☑1). SHAUM.
☑2). SABAR.
☑3). MEMAAFKAN.
▪️QS. Az Zumar ayat 10 : “Innama yuwaffas sabiruna ajrahum bighairi hisab” == “Sesungguhnya hanya orang2 yg bersabarlah yg disempurnakan pahalanya tanpa batas”.
▪️QS. Asy Syura ayat 40 : “Fa man ‘afaa wa ashlaha fa ajruhuu ‘alalloh” === “Maka barangsiapa memaafkan & berbuat baik (memperbaiki diri/hubungan), maka pahalanya atas (tanggungan) Allaah/diselesaikan langsung oleh Allaah”.
🌂Maka yg harus kita lakukan agar pahala tidak bocor, yaitu :
☑1). Menjaga pahala dg meminta maaf, &
☑2). Kejar surga (kejar cek kosong) dg memaafkan.
🌂Tahniah/saling mengucapkan selamat, spt : “Minal aidzin wal faidzin” == “Mudah2an kita termasuk yg KEMBALI, dan mudah2an kita termasuk golongan yg SUKSES”.
☑KEMBALI = Maknanya : Hubungan dg Allaah kembali baik & hubungan dg manusia kembali bagus = kembali ke 0 = kembali ke fitrah.
☑Walau paku sudah dicabut dg memaafkan, bekasnya masih ada, tapi minimal sudah enak/sudah nyambung lagi/sudah ngobrol lagi.
🌂Spt kisah ttg pintu surga dlm hadist nabi : Ketika pintu surga dibuka, ada dua orang yg ribut di depan pintu surga, didepan Allaah, dg saling tuntut, lalu Allaah mendamaikan kedua orang tsb, & Allaah menyuruh mereka melihat ke atas, Allaah mendekatkan surga yg sangat indah & dibuka pintunya shg wanginya tercium sangat harum. Lalu mereka bertanya : “Wahai Allaah, surga milik nabi/rasul siapakah ini ??”. Karena ketika melihat surga itu, mereka merasa tidak layak mendapatkannya, insecure.
📌Tapi kata Allaah : “Ini surga bagi mereka yg bisa BAYAR HARGANYA”. Kata mereka : “Apa/berapa harganya utk membeli surga tsb ?”.
📌Kemudian kata Allaah : “Kamu MEMAAFKAN dia”, itulah harga utk surga itu”.
📌MEMAAFKAN itu mendapatkan 3 kebahagiaan, yaitu :
☑1). Hati yg tenang di dunia.
☑2). Cek kosong di akhirat.
☑3). Ujungnya ke SURGA.
Shg kata kedua orang tsb : “Saya memaafkan dia, ya Allaah”. Shg Allaah pun memasukkan mereka ke surga. Maka butuh modal utk dapat masuk ke surga, dg jaminan dari Allaah.
☑Kata Allaah : “Jika engkau sudah memaafkan saudaramu, maka pegang tangannya bawa ia ke surga bersamamu”. Maka tidak ada ceritanya di surga, jika kita ketemu dg orang yg bikin sakit hati kita di dunia, masih ada marah, kesal, jengkel, dsb. Sebab di surga tidak ada emosi negatif, tidak ada cemburu, dendam, dsb. Semua emosi negatif yg ada di dunia, tidak ada yg muncul lagi ketika di surga.

☑Maka ciri komunitas surga = jika sudah enak duduk bersama. ☑Ciri rumah tangga baiti jannati = jika sudah enak duduk bersama dg keluarga. ☑Tanda lingkungan surga = Jika duduk dg saudara kita, tidak ada kesal, jengkel, marah, dsb, sudah nyaman, sudah enak bersama2. Dan utk bisa masuk surga Allaah tuntaskan dulu semua urusan kita/diselesaikan dulu.
☑Dan kata Allaah dlm ▪️QS. Ali Imran ayat 133 – 134 : “Surga itu disiapkan bagi mereka yg siap, mampu, kuat memaafkan saudaranya (manusia)”.
☑Maka jangan sampai tabungan kita habis/pahala batal kita miliki di akhirat, sebab selama masih hidup di dunia saja tidak ada jaminan amal shaleh kita tetap ada, jika tidak dijaga, dg cara : Minta maaf, halal bihalal (silaturahim & saling menghalalkan).
☑Memaafkan = mengundang Rahmat Allaah, ketenangan hidup, dapat cek kosong dari Allaah, & dapat surga.
▪️QS. Al Hasyr ayat 20. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَا يَسْتَوِيْۤ اَصْحٰبُ النَّا رِ وَاَ صْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۗ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ
“Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”.
📌Penghuni surga = adalah orang yg “Faidzin”. Orang yg masuk surga = orang2 yg “minal aidzin wal faidzin” = yg masuk golongan orang yg kembali (hubungan dg Allaah-nya kembali baik & hubungan dg manusia-nya kembali bagus), yg sukses (jadi ahli surga).
🌂Ada contoh kisah ttg “Memaafkan” yg Allaah abadikan. Memaafkan bukan hal yg mudah, sebab dlm prakteknya nabi sekalipun utk memaafkan sosok yg membunuh pamannya (Hamzah r.a), tidak mudah. Ada ambang batas emosi seseorang (ada yg gampang emosi, ada juga yg tidak gampang emosian), dan nabi punya ambang batas memaafkan yg sangat tinggi, tapi ada satu titik dimana nabi tidak mau bertemu (Wahsyi) dg pembunuh pamannya. Ketika nabi menang di Fathu Mekah, orang berbondong2 masuk islam, hingga Wahsyi-pun masuk islam & bersyahadat didepan nabi, iman islamnya diterima, boleh hadir dimajelis nabi, tapi kata nabi : “Tolong, Wahsyi jangan terlihat oleh nabi/jangan menampakan wajahnya dihadapan nabi”. Karena melihat Wahsyi, mengingatkan nabi pd pamannya, yg dibunuh & dimutilasi dg sangat kejam oleh Wahsyi. ☑Gambaran bhw : Memaafkan itu tidak gampang = Memaafkan bukan ttg membenarkan perilaku yg salah. Memaafkan itu ttg bhw semua sudah terjadi.
☑Dan semua orang punya ambang batas toleransi yg berbeda2, karena kita manusia bukan malaikat.
📌Yang jelas Allaah janjikan : Memaafkan balasannya surga, sebab tidak gampang.
📌Memaafkan = spt dapat cek kosong pahala, sebab tidak gampang utk memaafkan.
📌Motivasi terbesar = INGIN SURGA, butuh pahala banyak utk dapatkan surga.
📌Kemampuan memaafkan erat kaitannya dg kedekatan dg Allaah. Makin dekat dg Allaah = makin dekat dg Rahmat Allaah = makin bisa memaafkan orang lain.
📌Makin jauh dg Allah = makin jauh dari rahmat Allaah = makin berat utk memaafkan orang lain.
▪️QS. Ali Imran ayat 159. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”.
🌂Yang susah bukan memaafkan, tapi dekat dg Allaah/dapat Rahmat Allaah. Karena memaafkan itu efek/akibat karena dekat dg Allaah.
📌Ada empat tanda dekat dg Rahmat Allaah, yaitu :
☑1). Kelembutan (sikap lemah lembut).
☑2). Bisa memaafkan.
☑3). Mendoakan (memohonkan ampun utk mereka).
☑4). Mendengarkan (bermusyawarah).
📌Silaturahmi, bukan hanya bertemu dg manusia, tapi sedang menghubungkan diri/menyambungkan diri dg Rahmat Allaah. Jika jauh dari Rahmat Allaah, efeknya : Kasar, judes, nyinyir, julid, tidak mau mendoakan, tidak mau mendengarkan (nasehat/pendapat orang lain)/tidak mau bermusyawarah.
.
.
.
semogabermanfaat
mohonmaafsgalakkurangandrpenulis.







