Bandung — Semarak Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Gerakan Muslimah Indonesia (GMI) Jawa Barat kembali berlangsung meriah pada hari kedua, Minggu, 1 Maret 2026, di Hotel Horison Ultima Bandung.
Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Moral Umat di Akhir Zaman” dan diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Rangkaian kegiatan yang digelar pada hari kedua di antaranya tadarus Al-Qur’an bersama, bazar UMKM, pembagian doorprize, serta kajian keislaman yang menghadirkan sejumlah tokoh dan narasumber.

Pembina GMI Jawa Barat, Ust. H. Dedi Hariadi, Lc., menyampaikan kajian bertema “Ramadhan Kembali ke Titik Nol.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa ilmu menjadi kunci utama dalam memperbaiki kualitas keimanan, ibadah, dan akhlak seorang muslim.
“Karena dengan ilmu ini, Bapak Ibu sekalian kita menemukan perbaikan iman, perbaikan ibadah, dan perbaikan akhlak. Semua itu berasal dari ilmu, dan itulah syarat kita untuk bisa masuk ke surga,” ujarnya pada saat mengisi kajian dalam acara Semarak Ramadhan GMI Jabar 1447 Minggu (1/3/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa terkadang ujian yang diberikan Allah kepada manusia dapat menjadi sarana untuk kembali mendekat kepada-Nya.
“Kalau Allah mencintai seorang hamba, Allah lukai perasaannya agar dengan itu dia kembali mendekat kepada-Nya,” tuturnya.
Menurutnya, seseorang dapat kembali kepada fitrah atau “titik nol” melalui dua jalan, yaitu dengan pikiran yang terbuka oleh ilmu dan hati yang tersentuh oleh ujian kehidupan.
Ia menambahkan bahwa Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk melakukan perubahan diri.
“Tanda diterimanya sebuah amal adalah keberlanjutan amal itu setelahnya,” katanya menegaskan pentingnya konsistensi dalam beribadah.

Selain itu, H. Yudhi Ginanjar, S.Si, selaku Ketua Yayasan Agnia Care Idrisiyyah, turut memberikan sambutan terkait pentingnya zakat dan kepedulian sosial.
Ia menyampaikan bahwa menghadiri majelis ilmu, meningkatkan keimanan, serta memperbanyak sedekah merupakan langkah yang dapat membantu seseorang menghadapi berbagai persoalan hidup.
“Allah akan membantu memudahkan dan memberikan solusi atas masalah yang kita hadapi. Tips singkatnya, pertama meningkatkan kapasitas keilmuan dengan hadir di majelis ilmu, kedua meningkatkan iman dan takwa khususnya di bulan puasa, dan yang ketiga adalah bersedekah,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. H. Edwin Sendjaya, S.E., M.M, Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung sekaligus Pembina Gerakan Muslimah Indonesia Jawa Barat, menyampaikan materi bertema “Siapkan Generasi Akhir Zaman yang Kuat dan Tangguh.”
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa terdapat lima karakter utama yang perlu ditanamkan kepada generasi muda.
Lima karakter tersebut di antaranya salimul akidah (akidah yang bersih dan lurus), shahihul ibadah (ibadah yang benar sesuai tuntunan), matinul khuluq (akhlak yang kokoh dan mulia), musaqqaful fikri (memiliki kecerdasan intelektual dan wawasan luas), serta qawiyul jismi (memiliki fisik yang sehat dan kuat).
Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan akidah tauhid sejak dini kepada anak-anak.
“Tanamkan kepada anak-anak kita agar mereka memiliki kriteria akidah yang bersih dan lurus, terutama akidah tauhid, untuk benar-benar mengesakan Allah SWT,” ujarnya saat diwawancarai.

Kajian lainnya disampaikan oleh Ust. Ridho Febri, S.I.Kom., M.M dengan tema “Ramadhan Restart – Berubah Sekarang atau Menyesal Kemudian.”
Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa perubahan diri dimulai dari hati, kemudian cara berpikir, dan akhirnya tercermin dalam perilaku.
Menurutnya, kualitas perilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh cara berpikir yang pada akhirnya mencerminkan kondisi hati.
“Allah perbaiki yang buruk dalam diri kita dengan tiga hal: pertama memperbaiki hati, kedua memperbaiki cara berpikir dengan ilmu, dan ketiga memperbaiki perilaku, sikap, serta ucapan,” ungkapnya.
Ia berharap Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas ibadah tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi diri.
“Harapan tentu semoga di bulan Ramadhan bukan hanya sebatas simbolis ibadah ritual tahunan, tetapi menjadi momen untuk merefleksikan diri, muhasabah (introspeksi diri), dan memperbaiki diri agar siap menghadapi sebelas bulan ke depan dengan keimanan, ketakwaan, serta kedekatan kepada Allah SWT,” katanya.
Kegiatan Semarak Ramadhan GMI Jawa Barat ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik sponsor maupun media partner. Di antaranya Atalia Collab Center (ACC), PT Telkom, Bank BJB, T Hypestor, Meva.id, Singgah Coffee/Mellyn Cookies, PT Panghegar Mitra Utama, PT Herlinah Cipta Pratama, Rava.id, PT Approtech, Laznas Agnia Care, Dr. H. Edwin Sendjaya, SE., MM., Yayasan SM (Suyono Mihartawijaya), Quran Cordoba, Hanny Lovely, Liany Cookies, Yensoon, J&C Cookies, Ina Cookies, Batik Komar, Shafira/Zoya, Peace & Love, Ghina Hijab, Kangen Water (KAT), Mutif, Bursa Sajadah, Andalan Mutu Energi, Barland SS, Turbay, Bman, Kisera, Soka, Info Kajian Bandung, Harmoni TV, serta Hotel Horison Ultima.
Melalui kegiatan ini, GMI Jawa Barat berharap Semarak Ramadhan dapat menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) sekaligus meningkatkan keimanan dan moral umat dalam menghadapi tantangan zaman. (Hilda Nurhalimah/UIN SGD Bandung)





