Oleh: Abi Iwan
Minggu, 16 November 2025 lepas maghrib, team TV Harmoni bergegas ke Gedung Budaya Sabilulungan untuk satu misi, menuntaskan rindu ketemuan dengan teman teman dari NN Jabar dan tentu saja Panji Sakti.
Menggunakan tol pasteur Ke Soroja (Soreang) kita dibuat terpukau dengan pemandangan indah, langit dipenuhi cahaya merah, sangat indah,Ini suatu pertanda yang baik untuk acara ini.
Dan benar tiba di lokasi dan menikmati acara demi acara suguhan demi suguhan, tidak menyesal penonton membeli tiket.
Konser kolaboratif NN (Nasyid Nusantara) Jabar dan Panji Sakti bagi saya pribadi dan team TV liputan TV Harmoni adalah salah satu konser terbaik dan terindah yang pernah ada di Jawa Barat pada tahun 2025.

Momen dimana para penonton merasakan haru dari keindahan irama dan lirik lagu penuh cinta kepadaNya.
Tampil sebagai penampil pembuka (opener) dengan optimal sarat lagu kecintaan kepada Rasullah SAW dari Nouraz Khan, Satria Prada, Ayzia Musafa dan lagu lagu bertema pergulatan hidup dan iman adalah Tashiru dan Dodi Hidayatullah. Semuanya penampil diiringi Home Band Iyank and Friends.
Dalam sambutan Ketua NN Jabar, Kang Sae mengutarakan komitmen NN untuk perkembangan dunia Nasyid Di Jawa Barat, yang salah satunya adalah mencetak para kader munsyid lewat Pasanggiri Nasyid.
Sungguh suatu karya yang patut diapresiasi karena hampir setiap tahun event ini dapat diselenggarakan sebagai bukti komitmen dari NN Jabar.
Tahun ini ada 100 peserta yang berlaga, 12 masuk babak final dan didapat 3 pemenang utama. Acara kemudian berlanjut dengan pengumuman para pemenang. pemenang ke 3 adalah Z Voice, kedua Khansa Auliya dan pemeneng pertama adalah Renanda Lailatul Sofa.
Renanda mendapat tropi khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Para pemenang mendapat kesempatan untuk diorbitkan lewat Subula Management yang menangani bidang talent dan musik.
Dan saat yang ditunggu itu pun tiba, suara khas Panji menyapa audience dengan ramah dan hangat, diiringi 3 pemain instrumen yakni seruling, biola dan cello.
Lirik lirik indah menyentuh hatipun berpadu, para penonton serasa diajak ke dalam asmophere spiritual sepenuhnya. Dibawa kelembutan dan perhatianNya, yang seringkali kita lupakan.
Panji tidak saja menghayati lagu lagu yang dibawakannya sehingga terasa dihati penonton, ia juga mengisi jedah antar lagu dengan story telling yang mengandung nasehat.
Temannya yang mengalami sakit berat dan sabar dalam menghadapinya membuat Panji mengabadiakannya dalam lagu “Smbuhlah sembuh”:
Aku nggak tahu
Nggak pernah tahu
Mungkin lebih baik aku nggak diberi tahu
Engkau yang pergi atau aku
Yang penting Dia menggenggam kita
Sembuhlah sembuh kita semua
Sembuhlah sembuh
Sembuhlah sembuh
Kita semua
Sembuh
Sembuh
Seraya menarik perhatian penonton bahwa seperti sakit yang diderita takkan ada yang sia sia bila dihadapi dihadapi dengan senyum kesabaran, tiket yang dibeli juga akan menjadi saksi dihadapanNya.
Tampil pula secara dalam konser ini putri Panji Sakti, Sang Hawa dengan lagu berjudul “Lagu Cinta” :
Ada derita
Ada bahagia
Kita lalui bersama
Kaulah udara
Kaulah energi
Kaulah belahan jiwa.
Indah sekali Ayah dan putrinya malam ini.
Oh ayah kau yang kucinta
engkaulah
yang utama
Selain mengajak putri, Panji juga mengajak rekannya Imam Sholeh tuk naik ke atas pentas dan menyanyikan lagu “Dia Menunggu”.
Soal lagu ini apa boleh buat sulit bagi seorang Panji tuk menyanyikan karena bukan menyanyi ia hanya akan tenggelam dalam isakan tangis.
Selesai konser, ada kesempatan berjumpa langsung Panji dibelakang panggung, selepas konser kukatakan padanya:
“Saya penggemar berat,Terima kasih Panji. Lewat lagu lagu anda saya belajar mengenal diri”.
Dan begitulah Panji saya yakin ia kembalikan segenap pujian itu kepadaNya.
Kepada setiap penggemarnya ia someah dan bersedia difoto bersama.Tak ada beda antara di atas dan dibelakang panggung dengan energi cinta hangat, setelah menyenandungkan 8 lagunya.
Sungguh suatu anugerah Allah yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, Allah hadirkan bagi kita seorang Pecinta Tuhan ini dan dengan titipan jiwa seni dan kepekaannya ia ingatkan diri ini, bahwa yang benar benar ada adalah Allah itu sendiri dalam hidup.
Tak kurang seorang Panji menunjukkan apresiasi kepada NN ( Nssyid Nusantara) Jabar sehingga terwujud karya kolaboratif nan indah ini.

Apa yang dapat dicatat dari pribadi dan TV harmoni adalah rajutan lagu dan nasehat menjawab rasa ingin tahu penonton lagu demi lagu.
Begitulah Panji Sakti dengan segenap tausiyah dan karya lagu lagunya dibersamai dengan team sebanyak 3 orang, bagiku adalah salah satu dari Duta Islam kekinian.
Walaupun saya tahu setelah pujian itu sosok seperti Panji akan bilang, saya bukan siapa siapa, bukan apa apa. Semuanya ALLAH SWT.
Semua yang baik dan indah adalah dari-Nya jua seperti penjelasannya tentang sedekah Allah saja.













