Melihat sekeliling kita seperti bencana dan musibah, tidak ada yang bisa memastikan sampai kapan kita masih akan hidup. Contoh yang baru saja terjadi adalah gempa Cianjur.
Seseorang berumur 70 tahun, dalam hitungan dunia adalah umur yang panjang atau lama. Namun berbeda dengan hitungan Allah.
Sebagaimana terturlis dalam
Surat Al Mukminun ayat 114 -115.
Ayat 114 :“Allah berfirman : Kamu tidak tinggal di dunia melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”
Ayat 115 : “ Maka apabila kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
Ayat tersebut adalah penegasan dari Allah bahwa hidup kita hanya sebentar. Kita akan dikembalikan untuk mempertanggungjawabkan hidup kita.
Surat Al Hajj ayat 47 :” Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu seperti 1000 tahun dalam perhitungan kita”
Jika 1 hari=24 jam = 1000 tahun dunia, maka umur 63 tahun = 1,5 jam di akherat,—— SEBENTAR
Surat Al Mulk ayat 1-2
Ayat 1 : “ Maha suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”
Ayat 2 : “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.”
Dan yang beruntung adalah orang yang memanfaatkan hidupnya untuk kebaikan.
Hadis Imam Ibnu Majjah : “Siapakah Mukmin yang paling cerdas?” Menjawab Rasulullah SAW : “ Orang yang paling banyak mengingat kematian”
Banyak Ulama2 tidak pernah tidur di atas kasur tapi membuat lubang 1×2 meter seperti liang lahat untuk mengingat kematian. Cara lain juga dapat mengunjungi kuburan dan melihat saat penggali kubur menggali liang lahat. Dan merenung tentang kematian.
Ziarah kubur dibolehkan dengan tujuan :
- Mendoakan yang meninggal
- Mengingat Mati
TUGAS MANUSIA APA?
Surat Azzariyat ayat 36 : “Aku tidak menciptakan jin dan manusia selain beribadah kepadaKu”
Imam Gozali membagi Manusia menjadi 4 golongan berdasarkan hidup di dunia
- Golongan manusia mendapat kebahagiaan di dunia dan akherat disebut GOLONGAN UNGGULAN
- Fisik sempurna : jasad baik, anggota badan lengkap dan normal,mata, telinga, mulut dll normal,dan sehat.
- Mempunyai fisik baik : Cantik, ganteng, kulit bersih
- Mempunyai pendidikan yang tinggi, pangkat yang tinggi, jabatan yang baik
- dan yang penting dari semua di atas :SEMUA MEMBUAT DIRINYA DEKAT DENGAN ALLAH DENGAN BERTAKWA
Digambarkan dalam surat Al Baqarah ayat 201-202
Ayat 201 : Dan di antara mereka ada yang berdoa ”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”(Biasa disebut Doa SAPU JAGAT)
Ayat 202 : Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungaNya.”
- Golongan senang di dunia tapi sengsara di akherat. Disebut GOLONGAN MERUGI
- Fisik sempurna : jasad baik, anggota badan lengkap dan normal,mata, telinga, mulut dll normal,dan sehat.
- Mempunyai fisik baik : Cantik, ganteng, kulit bersih
- Mempunyai pendidikan yang tinggi, pangkat yang tinggi, jabatan yang baik
- Namun semua kekayaan tidak menjadikan nya dekat kepada Allah. Dan pasti ada masalah, kerugian dalam hidupnya.
Contoh manusia MERUGI : Fir’aun, Qorun.
Surat Al Hud ayat 15-16
Ayat 15 :”Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.”
Ayat 16 : ”Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akherat kecuali neraka, dan sia-sialah disana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.”
Dalam Ktab Ibnu Katsir : Sahabat Rasul menangis membaca ayat ini.
Maka bacalah agar menambah keimanan dan ketakwaan kita.
- Golongan Manusia yang di Dunia sengsara, bahagia di akherat—Disebut GOLONGAN ISTIMEWA
- Fisik tidak sempurna (Tuna daksa, Tuna wicara dll)
- Miskin
- Tidak berpendidikan
- Namun semua tidak menghalangi dirinya untuk bertakwa kepada Allah.
Mintalah didoakan oleh orang-orang seperti ini.
Seperti kisah di jaman Rasulullah, berpesan kepada Umar bin Khatab RA dan Ali bin Abi tholib RA
“Akan ada orang yang datang, temui dan mintalah didoakan”. Ketika yang datang adalah UWAIS Al QORNI yang tidak terkenal di dunia tapi terkenal di langit. Ibadahnya:
- Bakti kepada ibunya
- Soleh
- Takwa kepada Allah SWT
Jika bertemu dengan orang seperti ini, mintalah di doakan. Biasanya orang seperti ini ada di : Mesjid, Makam dan tempat bias orang beribadah dan mengingat kematian.
SURAT AL FURQON AYAT 75 : “Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi(dalam surge) atas kesabaran mereka dan disana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam”
- Golongan Orang yang sengsara di dunia dan sengsara di akherat—-disebut GOLONGAN CELAKA
- Fisik tidak sempurna (Tuna daksa, Tuna wicara dll)
- Miskin
- Tidak berpendidikan
- Dan jauh atau tidak bertakwa kepada Allah.
Surat Ali Imran ayat 142 (Syarat masuk surga) : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan amsuk surge, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”
Syarat Masuk Surga:
- Berjihad di jalan Allah
- Mampu untuk bersabar
PEMBAHASAN
Bagaimana Caranya Agar Hidup Yang Sebentar Dimanfaatkan Benar2 Untuk Kehidupan Akherat yang Lebih Baik?
- Hidup CERDAS bukan Hidup Keras
- JARIAH : Amal kebaikan yang amal pahalanya terus mengalir walau saat kita sudah wafatpun.
RUMUS : Perbanyak JARIAH : Ibadah yang hasilnya luar biasa.
PErbadningan:
Solat, puasa, haji —- penting namun pahalanya hanya saat melakukan saja (saat masih hidup)
JARIAH —- pahala saat melakukan, saat wafat, pahalanya tetap mengalir/ bertumpuk.
Ini dinamakan HIDUP CERDAS
Imam Muslim Rasul bersabda: “ Apabila anak Adam mati, terputuslah amalnya kecuali 3 perkara:
- Sedekah Jariah
- Ilmu yang dimanfaatkan
- Doa anak yang soleh
Bagaiman jika tidak punya anak?
Besarkan anak yatim, duafa, miskin
Pepatah BUYA HAMKA : “Jika orang ingin Abadi (bukan panjang umur tapi selalu dikenang) lakukan amal soleh yang bisa dikenang”
Imam Baihaqi : Ada 7 amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal padahal dia berada di dalam kuburnya.
- Orang yang mengajarkan ilmu agama
- Orang yang mengalirkan sungai
- Orang yang membuat sumur
- Orang yang menanam kurma
- Orang yang membangun masjid
- Orang yang memberi mushaf Al Qur’an utamakan yang mampu membaca Al Qur’an
- Orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohon ampunan untuknya setelah dia wafat.














