Sungai Citarum pernah dinobatkan oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia sejak lebih dari satu dekade lalu.
Dan menjadi sorotan media internasional yang melaporkan tumpukan sampah,namun seiring berjalannnya program Citarum Harum sejak 4 tahun terakhir ini,sungai terpanjang di jawa barat inipun kini sudah ada perubahan signifikan, meski belum optimal. Hasil uji lab terakhir pada 2021, kadar air Sungai Citarum sudah di status “tercemar ringan” dari semula “tercemar berat”.
Perubahan itu terjadi berkat sinergitas pentahelix termasuk kontribusi universitas pasundan UNPAS Bandung yang setiap tahunnya melaksanakan penanaman pohon di hulu Sungai Citarum “kontribusi dari kampus,terhadap Citarum Harum ini maaf luar biasa begitu,karena mahasiswa baru dari kami itu sekitar 4.000 setiap tahun itu diwajibkan untuk mengumpulkan biji alpukat dan itu ditanam di sektor 1 Citarum Harum di Kertasari” Kata Dr. H. Deden Ramdhan M.Si.,CICP,DBA, Wakil Rektor 3 Unpas Ketika ditemui tim Harmoni di sektor 5 Citarum harum dalam acara bela negara Kamis 17/11/2022
Pihaknya ingin memberikan ekosistem yang terbaik bagi sungai terpanjang ke 3 di dunia ini memberikan sesuatu yang terbaik bagi ekosistem lingkungan,termasuk warga masyarakat di sekitar Citarum. “filosofi kami ini adalah katara ayana karasa manfaatnya kami ingin menghadirkan kampus unpas ini sebagai mata air, artinya kami ingin memberikan sesuatu yang terbaik bagi ekosistem lingkungan,termasuk warga masyarakat di sekitar Citarum” jelasnya.
Deden Ramdhan yang juga pengamat kebijakan publik ini menilai perubahan sungai Citarum ini berkat sinergitas pentahelix “kami berpandangan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh kami itu, berkolaborasi dengan media massa,dengan pengusaha di lingkungan sektor Citarum harum, termasuk juga dari wargi-wargi kalangan militer. Ini menjadi sebuah pentahelik kolaborasi pentahelix yang insyaallah begitu kalau kita terus menerus bersinergi maka akan menghadirkan sesuatu” jelas Deden
Sinergitas pentahelix dalam program citarum harum ini,dinilai terbukti menyelesaikan masalah besar yang dihadapi “Paling tidak kita tahu di belakang ini adalah hasil dari proses yang panjang sebelumnya lautan sampah ya sekarang
sudah lebih bersih, lebih cantik ya dan lebih mampu untuk mendukung, mendorong lingkungan sekitar masyarakat. Untuk bisa bahkan menjadikan daerah tujuan wisata di sekian sektor dari Citarum Harum”jelasnya
Kontribusi besar yang dilakukan dalam program Citarum Harum menurut Deden menjadi bagian dari tridarma perguruan”ini menjadi kehirauan kami, dan kami berpandangan bahwa itu wujud bentuk tanggung jawab dari kampus dengan tridarma perguruan”pungkasnya.(AG)













