Bus Trans Metro Pasundan (TMP) tsb dihentikan di titik pengendapan bus, dekat pemberhentian halte Soreang hari sabtu 1/10/2022 sekitar pukul 13.00 WIB.

Peristiwa inipun dibagikan melalui unggahan di Instagram @transportforbandung pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Ketua AIC (Angkot Indonesia Club) Bandung Selatan Yana Sumarna didampingi Sekjen AIC Bandung Selatan Asep,angkat suara terkait aksi tsb” waktu kemarin spontanitas awak angkutan membelokkan TMB karena dia(sopir TMB_read)melangkahi komitmen yang sudah disetujui”kata yana ketika dihubungi tim harmoni lewat telepon.

Menurut Yana Sumaryana alias abah anom,AIC bandung selatan bersama kepala operasi BTS Bandung,sudah membuat surat kesepakatan usulan perubahan halte BTS koridor 1 “kita pernah duduk bersama dikantor DPRD Jabar, jika TMB lewat Gading tidak akan menaikan atau menurunkan penumpang tapi akhir-akhir ini kembali membawa penumpang dari daerah pasar ikan,dari daerah Rumah Sakit Otto Iskandar Dinata dan samsat”jelas abah kalau memang ada perubahan kesepakatan menurut abah seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu”seharusnya kalau memang mau ada lanjutan seperti itu kita harus duduk bareng lagi,jadi komitmen sama-sama untuk menjaga kondusifitas yang ada di kabupaten bandung” jelasnya.

Ditegaskan abah pihaknya mendukung keberadaan TMB yang menjadi bagian program pemerintah ini,namun keberadaan TMB tsb,jangan sampai mematikan angkutan umum yang sudah ada lebih dulu”kami tidak mau menolak dengan adanya TMB,masalahnya itu kan program kementrian perhubungan,tapi yang diharapkan kami semua itu jangan sampai membunuh armada yang sudah ada”jelas abah yang juga sebagai ketua jalur angkôt Soreang-Leuwipanjang.
Menurut Abah beberapa bulan yang lalu penumpang TMB itu hanya sampai exit tol soroja”tiga bulan yang lalu penumpang TMB itu kan diturunkannya di pintu keluar tol,selanjutnya penumpang yang mau ke gading atau soreang angkôt yang bisa melanjutkan nya,jadi kita akan tetap terjaga keharmonisannya”menurut abah sejak beroperasinya TMB koridor 1 ini,para supir angkôt soreang leuwipanjang mengalami penurunan penumpang hingga 50% “penurunannya hampir limapuluh persen turun dr astis,masalah nya yang jadi alesan kalau mau naik angkôt macet,lama,kalau naik TMB kan bisa lewat tol bisa lebih cepat”pungkas Abah.

Ditambahkan sekjen AIC bandung selatan Asep,pihaknya menginginkan ada pembahasan kembali untuk membuat kesepakatan” ya pengen duduk bersama lagi,untuk komitmen dari pihak TMB dengan kepengurusan jalur soreang biar jelas komitmennya gitu, sesuai perjanjian awal yang tidak akan menaikkan atau menurunkan penumpang di gading,pasar ikan dan samsat”kata asep (AG)













