Menginjak usianya yang ke 77 tahun Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tanggal 19 Agustus 2022 ini, masalah pengangguran masih menjadi salah satu PR besar bagi provinsi dengan jumlah penduiduk terbesar di Indonesiua. Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya memberikan saran dan masukan mengatasi pengangguran di Jawa Barat.
Abdul Hadi menyatakan menurut data BPS Jawa Barat angka pengangguran di Jawa Barat, periode Agustus 2021, sebesar 2,4 juta orang.
“Angka pengangguran di Jabar harus diperhatikan, karena persaingan yang ketat. Perlu strategi khusus mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat, terutama di kalangan milenial“, imbuhnya
Abdul Hadi menyarankan kepada Pemrov agar lebih mengoptimalkan peran perbankan terutama BJB ikut dalam kontribusi untuk peminjaman modal dan pendampingan merintis usaha baru bagi para penganggur. Lapangan pekerjaan sangat terbatas dan tingkat persaingan yang sangat ketat, maka jalan wirausaha menjadi alternatif mengatasi pengangguran ini.
“Masyarakat yang menganggur terutama pada golongan millenial diperlukan adanya pelatihan, terutama pada bidang pertanian, karena masih sangat sedikit untuk program petani millenial. Program ini sangat bagus, tapi terlihat mati suri.”, pungkasnya.












