Kota Cimahi, harmonionline.net-Cipageran, Penyalahgunaan obat-obatan terlarang sejak dulu menjadi masalah yang berulang dan perlu mendapat perhatian. Narkoba atau Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya sering menjadi jalan pintas mereka yang kehilangan akal dalam memecah persoalan hidup, yang tidak hanya mereka di kalangan atas, saat ini kalangan bawah pun sudah banyak yang terpapar narkoba.
Mengedukasi bahaya narkoba, mahasiswa-mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) IKIP Siliwangi Kota Cimahi, gelar acara sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bekerjasama dengan Kelurahan Cipageran dan BNN Kota Cimahi bertema :“Menyiapkan Generasi Bangsa Yang Kuat Bebas Narkoba,” yang dilaksanakan hari ini, Kamis (11/08/22) di Aula Kelurahan Cipageran, Cimahi Utara.
“Sosilisasi Pencegahan penyalahgunaan Narkoba diikuti oleh 60 siswa dan siswi serta karang taruna setempat, tujuan dan target di selenggarakan acara ini agar masyarakat khususnya pemuda-pemudi di daerah Kelurahan Cipageran terbebas dari bahaya narkoba dan bagi yang sudah terjerumus narkoba agar termotivasi tidak menggunakan narkoba,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Sosialisasi Pencegahan Narkoba Rauf Fajar Fahrudin, masiswa KKN IKIP Siliwangi.
Acara ini dikemas dengan memberi kemanfaatan pada masyarakat karena memberikan ilmu baru mengenai bahaya narkoba dan memberikan pengetahuan baru bagaimana cara menjauhi narkoba dari kehidupan, seperti diungkapkan Penyuluh Narkoba BNN Kota Cimahi Fitri Nurmalasari.
“Ganja medis masih berpatok pada aturan pemerintah, ganja ini berada pada golongan 1 yang tidak boleh di gunakan untuk terapi apa pun hanya boleh di gunakan untuk penelitian, ganja medis belum menjadi pilihan bisa digunakan di Indonesia,” Kata Fitri menjawab pertanyaan soal viralnya diskusi ganja medis.
Hadir dalam acara tersebut Pembina OSIS SMK 1 Sangkuriang Cimahi, Hikmantara mengatakan pentingnya acara semacm ini untuk para siswa. “Penyuluhan dan pencegahan narkoba sangat penting bagi siswa-siswi sekolah agar tidak terjerumus ke bahaya narkoba,” tegas Hikmantara.
Ia pun berharap agar kedepannya, sosialisasi & penyuluhan, tidak hanya di Karang Taruna saja, tetapi harus diadakan di sekolah-sekolah dibarengi dengan tes urine dan juga penyuluhan narkoba agar siswa-siswi menjauh dari bahaya narkoba.
Sementara itu, Siswi SMK Sangkuriang 1 Cimahi, Alisa Putri peserta sosisalisai, mengatakan, acara ini sangat baik untuk menambah ilmu pengetahuan bahaya narkoba dan cara mengatasinya. Selain Putri, peserta lainnya, Ronald Gifari, menyambut dengan baik acara ini karena melibatkan Karang Taruna dan siswa-siswi serta memberikan wawasan terhadap para pemuda-pemudi tentang bahaya narkoba. Ronald pun berpesan kepada sesama pelajar untuk tidak menggunakan narkoba Seperti halnya Putri dan Ronald, peserta lainnya, siswi kelas IX SMK Taruna Mandiri, Yuni Candra Kirana berpesan untuk mengatakan tidak untuk narkoba.
Selain dihadiri perwakilan sekolah dan karang taruna, acara ini turut dihadiri Lurah Cipageran, Rully, Disdik kota Cimahi, Danramil, Kapolsek Cimahi, Banbinsa dan tokoh masyarakat setempat.
Lurah Cipageran, Rully Sulfanorida, S.T terimakasih atas kehadiran para peserta dan menyatakan rasa keprihatinannya pada kondisi sekarang, dimana Indonesia sudah darurat penyalahgunaan narkoba, dengan melihat fakta bahwa narkoba semakin mudah didapatkan, seperti diungkap Wakapolsek AKP. Nur Komala Asih, S.H.
Pada kesempatan yang sama Duta Bela Negara Jawa Barat, Rizki Imanudin dan Alda Adzika mengungkapkan pentingnya pemuda untuk menjauhi narkoba, karena dapat merusak individu dan bangsa. Indonesia harus jauh dari penyalahagunaan narkoba dan sangat penting untuk mahasiswa untuk menshare pengetahuan kepada masyarakat akan bahaya narkoba. Selain itu ia mengajak pemuda agar lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat. Ia menegaskan, penyuluhan seperti ini sangat penting untuk menjaga ketahanan Indonesia, karena menjaga pemuda dari narkotika adalah salah satu cara untuk menjaga ketahanan NKRI. Diharapkan melalui penyuluhan ini, masyarakat menjadi teredukasi akan bahaya narkoba terutama pemuda. (Muhammad Adhitya W S)














