Kota Bandung, harmonionline.net-Perjalanan seribu mil selalu dimulai dari langkah pertama”. Begitulah rupanya salah satu kalimat hikmah yang sering kita dengar dan tentu saja antara pencapaian dengan langkah pertama terdapat banyak soal, banyak ketidak mulusan yang harus dihadapi siapapun.
Termasuk yang dialami oleh Ina Wiyandini Wiyandini Owner Ina Cookies sebagaimana yang dikisahkan dihadapan host Syahrul Gunawan, dari “cermin ” (cerita menginspirasi) di de tuik pada hari Jumat 8 Juli 2022 kemarin.

Pengusaha wanita yang selalu tampil full senyum ini memulai kisah perjalanan usahanya dari usaha perkebunan jahe gajah sekaligus eksport manisan ke Jepang. Harapan yang melambung tinggi dihadapkan pada kenyataan kegagalan. Lancar selama dua tahu berikutnya menghadapi kenyataan mitra bisnis lebih memilih yang lebih murah yaitu dari Jahe Gajah dari Thailand.
Usaha pun tak dapat dilanjutkan karena kekurangan dana dan minim pengetahuan soal eksport.
Tetapi ia tidak berhenti, dan sejak itu pula tercetus ide untuk memulai usaha lagi yaitu kue kering yang awalnya sebatas memasarkan buatan kakak ipar. Sembari belajar bagaimana membuat kue kering itu, karna aktif memasarkan ia mendapat keuntungan dari turut menjual dengan keuntungan 5000 rupiah per toples. Dari kakak ia ambil secara kulakan Rp.25.000 pertoples dan ia jual lagi door to door Rp. 30.000 ke tetangga dan teman teman pengajian.
Dan bisnis kue kering, dimana ia membuat sendiri ini pula pada akhirnya mengantarkan pada kesuksesan tentu saja dengan segenap dinamika masalah seperti pernah mendapat ledekan mantan eksportir jahe kok jualan kue dari rumah kerumah, dan jawabannya berupa kreatifitas dan inovasi.

Hari ini pengusaha yang mendapat julukan ratu kue kering ini telah mengembangkan bisnisnya tidak saja memenuhi permintaan dalam negeri, tetapi juga luar negeri seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Arab Saudi.
Dan dari awal berupa kue kering putri salju,sagu, nasta,corn flake dan kacang mede sekarang berkembang menjadi banyak varian dari hasil pengamatan sekitar seperti pemanfaatan peuyeum atau pemanfaatan penggunaan bahan pengganti terigu seperti tempe, tahu, tepung singkong, atau tepung ganyong.

Satu lagi dari hasil kue kering Ina Cookies adalah de tuik, usaha cafe dan resto singkatan dari ” Deudeuieun Tuang Ieu Katuangan” yang menjadi tempat yang nyaman untuk bersantap ragam menu lezat dengan pemandangan indah dan suasana sejuk dan hijau.














