Kota Cimahi. harmonionline.net-Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi menggelar sosialisasi penerapan ergonomi di industri TPT di aula gedung B Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (15/11/2021). Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri TPT dengan penerapan ergonomi di lingkungan usaha.
Kegiatan diikuti 30 orang perwakilan perusahaan bergerak di bidang TPT di Kota Cimahi. Turut dihadirkan narasumber dari Balai Besar Tekstil Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementrian Perindustrian RI.
Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana didampingi Kadisdagkoperin Kota Cimahi Dadan Darmawan mengatakan, daya saing produk dapat ditingkatkan dalam produksi berkelanjutan dengan penerapan sistem ergonomi.
“Sosialisasi sistem ergonomi untuk industri TPT ini diharapkan dapat meningkatkan produksi hingga sampai ke taraf ekspor,” ujarnya.Ergonomi merupakan disiplin keilmuan yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan. Dengan ergonomi akan dilakukan penserasian semua elemen yang berinteraksi dengan manusia;
penerapannya sudah harus dilaksanakan sejak tahap perencanaan, dimana semua elemen-elemen yang berinteraksi dengan manusia, yaitu tasks, organisasi, lingkungan, dan tools/ technology sudah dipertimbangkan.
Ergonomi memainkan peran kunci dalam proses perencanaan, dengan memastikan bahwa dimensi, jarak, ruang, tata letak, penggunaan tenaga, visibilitas dan faktor lainnya, yang tergabung dalam desain peralatan disesuaikan dengan kemampuan, kebolehan dan keterbatasan manusia. “Sehingga bisa dicapai kondisi kerja dan lingkungan kerja yang lebih manusiawi yaitu sehat, aman, nyaman dan efisien yang pada akhirnya tercapai produktivitas yang setinggi-tingginya,” ucapnya.
Prinsip yang digunakan dalam ergonomi adalah prinsip fitting the task to the man, berarti bahwa pekerjaan harus disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia sehingga hasil yang dicapai dapat meningkat. “Dengan penerapan ergonomi yang benar akan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi,” imbuhnya.
Peningkatan daya saing industri manufaktur harus terus dilakukan. “Dapat dilakukan dengan penerapan strategi termasuk intervensi ergonomi yang sesuai penelitian terbukti efektif dan efisien dalam meningkatkan produktivitas, dan kualitas produk serta menurunkan biaya produksi,” katanya.
Diharapkan perusahaan TPT bisa mengaplikasikan sistem ergonomi dalam proses produksi.
“Mudah-mudahan menambah pengetahuan bagi perusahaan TPT. Industri kan sudah mulai aktifitas normal, dengan adanya intervensi ergonomi ini bisa semakin meningkatkan kualitas produksinya. Sehingga perekonomian perusahaan meningkat, dapat dirasakan manfatnya oleh tenaga kerja dan warga sekitar. Termasuk membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi,” tuturnya.**
Sumber : cimahikota.go.id














