Kota Cimahi, harmonionline.net-Pemerintah Kota Cimahi mengapresiasi inovasi layanan yang diciptakan jajarannya. Inovasi tersebut segera diterapkan agar dapat meningkatkan layanan kepada masyarakat ditengah pandemi Covid-19.
Hal itu tertuang dalam Kompetisi Inovasi Cimahi Motekar (ChiMa) Award. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kompetisi berlangsung di Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kota Cimahi tampil sebagai juara pertama kategori Kelompok Perangkat Daerah. Juara kedua diraih Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), diikuti Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) sebagai juara ketiga.
Kategori Kelompok Kelurahan untuk Juara 1 dimenangkan Kelurahan Melong. Diikuti Kelurahan Cibeureum sebagai juara kedua dan Kelurahan Padasuka sebagai juara ketiga.
Kategori Kelompok UPTD/BLUD/Puskesmas sebagai juara pertama adalah UPTD Cimahi Technopark, juara kedua UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), juara tiga Puskesmas Pasirkaliki.
Kategori Kelompok Dosen Perguruan Tinggi, juara pertama diberikan kepada Dr. Elanda Fikri, S.KM., M.Kes, juara dua Yuliana,SST.,M.Keb, dan juara ketiga Dr. Rr. Nur Fauziyah, SKM, MKM, RD.
Kategori Kelompok Masyarakat Umum/Komunitas, juara pertama adalah Adi Rustandi. Disusul Cihurip Agro juara dua, dan Al Qowim sebagai juara ketiga.
Sementara untuk Kategori Kelompok Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Umat, juara pertama diraih Pendamping Sosial PKH, juara kedua diberikan kepada Baitul Maal Jabal Nur Al-Islamiyah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, kondisi pandemi tidak boleh menyurutkan semangat dan motivasi untuk terus berkontribusi kepada masyarakat. “Justru saat ini paling tepat untuk kita mengabdi kepada masyarakat, dengan berbagai ide dan gagasan inovatif. Seluruh lapisan masyarakat merasakan ekses negatif dengan adanya pandemi yang berkepanjangan ini,” ujarnya.
Ia berharap agar inovasi yang lahir melalui kompetisi dapat terus dijalankan secara konsisten, bahkan terus dikembangkan di tengah masyarakat.
“Inovasi ini agar dapat direplikasi secara cepat, sehingga akan semakin luas cakupan kelompok masyarakat yang merasakan manfaatnya. Inovasi pada lingkungan pemerintah daerah kami harapkan dapat semakin meningkatkan kinerja layanan publik kepada masyarakat tanpa terkecuali. Sedangkan inovasi yang lahir dari kalangan masyarakat, diharapkan dampak membawa dampak positif, baik untuk kesejahteraan para inovator maupun bagi masyarakat pemanfaat inovasi,” tuturnya.
Sekda Kota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan mengatakan, sejak pembukaan kompetisi ChiMA pada tanggal 14 april 2021 telah dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan dimulai dari tahapan sosialisasi dan publikasi program, pelatihan dan pemanduan cara pengisian sistem informasi, pengukuran nilai kematangan inovasi, pengisian data inovasi pada sistem informasi kompetisi ChiMA 2021. Serta akhirnya tahapan penilaian presentasi di hadapan tim juri, dan perhitungan dukungan video yang diunggah di youtube.
Dikdik juga menyampaikan, untuk menjaga netralitas dan kejujuran maka juri untuk kategori peserta dari Pemkot Cimahi seluruhnya berasal dari luar Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Cimahi, yaitu dari unsur perguruan tinggi dan pemerhati kota di antaranya, dari Unpad, ITB, Unjani, Unpar, dan Baznas Kota Cimahi.
“Untuk penjurian kategori non-pemkot merupakan kombinasi dari unsur perguruan tinggi dan juga ASN Pemkot Cimahi, agar hasil inovasi bisa dikolaborasikan, dikerjasamakan dengan SKPD-SKPD yang ada di Pemkot Cimahi,” pungkasnya.***
Sumber : cimahikota.go.id














