Kalimat “biasanya yang menyenangkan itu melenakan” menjadi kalimat kunci bagi bangsa dan negara ini untuk bergerak dari ketidaksadaran kepada kesadaran membangun termasuk dalam urusan ketahanan pangan.
Demikian diungkapkan narsum dalam talkshow Tamu Kita TV Harmoni pada Hari Senin 30 Maret 2026 menghadirkan Siti Marfuah S.S.S.Pd.M.Pd Anggota DPRD Kota Bandung.

Narsum yang akrab dipanggil Ummi Siti mengingatkan bahwa Kota Bandung ini sangat tergantung secara stok pangan pada pasokan luar mencapai 96 persen, artinya Kota Bandung bukan produsen.
Situasi ini mesti mendapat perhatian, terutama bila ada isyu isyu global yang dapat mengganggu distribusi pangan bagi Kota Bandung sendiri.
Saat masa pendemi narsum mengingatkan, warga merasakan saat ada kendala distribusi.
Saat krisis juga misalnya kelangkaan BBM bagi angkutan dapat juga menjadi kendala bagi kelancaran arus masuk pasokan kebutuhan pangan.
Selain itu Ummi Siti menyebut soal lain “Sudah suasananya (Kota Bandung) bikin betah, makanannya juga enak enak.Wilayah lain (di Indonesia) juga mengakui keadaan itu”.

Keadaan yang melenakan ini seringkali menjadi hambatan sehingga saat warga diajak untuk mulai memanfaatkan halamannya untuk urban farming ada yang berkata “Aya kene Ciroyom (Tenang, masih ada (tersedia) di Ciroyom)”.
Narsum menyebut hal-hal positif yang telah terlabih dahulu dilakukan oleh Walikota terdahulu untuk soal ketahanan pangan untuk menjadi kesadaran keluarga dengan program Buruan Sae dan untuk selanjutnya menjadi gerakan dan budaya budaya di kota Bandung.
“Di rumah masing masing,urban farming itu bisa dilakukan. Menanam kangkung atau bayam yang masa panennya cepat kan sangat mungkin dilakukan,
Apalagi sekarang harga cengek (cabe rawit) sempat melonjak, keluarga dapat menanam menggunakan pake pot atau pakai polybag. Minimal hasilnya buat kebutuhan sendiri dan kita bisa lebih nyaman. Bahkan bila stoknya lebih bisa juga dijual yang mendatangkan cuan. Sesuatu yang luar biasa”.
Kesadaran dan keterlibatan dalam urban Farming untuk ketahanan pangan ini menjadi hal yang penting karena saat ini dapat meraih beberapa tujuan seperti soal pemberdayaan ekonomi dan soal komunikasi dalam keluarga sehingga ada kebersamaan, tidak sendiri sendiri.
Menutup Talkshow Narsum mengutip peribahasa Afrika bahwa tanggung jawab pendidikan anak adalah satu desa.
Apapun mulai soal pendidikan (parenting) termasuk gerakan ketahanan pangan keluarga perlu dilakukan secara bersama sehingga dampak baiknya dapat juga dirasakan bersama.






