Mengambil tema “Memperkuat Moral Ummat di Akhir Zaman”, Gerak Muslimah Indonesia (GMI) Jawa Barat mempersembahkan Semarak Ramadhan pada 1447 Hijriah (2026) dari hari Sabtu, 28 Februari sampai Senin, 2 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison ini dihadiri oleh banyak jamaah baik laki laki atau perempuan, yang datang dengan penuh kegembiraan dan antusias dengan kegiatan ini.
Stand stand juga berjejer di sekitar pintu masuk menawarkan kebutuhan mulai dari fasion, produk kecantikan dan lain lain.

Dalam sambutannya Ketua Panitia Ibu Mursida, S.E menyatakan apresiasi kepada banyak pihak: Dewan Pembina, Ketua GMI Jabar, panitia yang terlibat, pihak sponsor, termasuk kepada manejemen Hotel Horison Ultima yang telah banyak membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana termasuk kepada para jamaah juga yang telah hadir dan mengikuti kegiatan ini.
Ibu Vivi Qur’ani selaku ketua GMI Jabar menyatakan apresiasi kepada Panitia yang, bahkan sampai tengah malam mempersiapkan acara yang kedelapan ini sehingga dapat terwujud.

Disampaikan bahwa kegiatan ini menjelaskan mengapa mengangkat tema memperkuat moral ummat di akhir zaman.
Kita hidup di mana batasan antara hak dan batil semakin memudar.Yang salah terlihat benar dan sebaliknya yang benar terlihat salah. Fitnah akhir zaman sudah berada di genggaman tangan kita lewat teknologi dan media sosial.
Berita berita memborbardir kita yang dapat menggoyahkan iman kita dan dapat menyesatkan kita. Sehingga berita berita itu dapat mempengaruhi moral kita semua dan melihat itulah tema tahun ini di angkat yaitu memperkuat moral ummat di akhir zaman.
Menjadi sasaran GMI adalah ibu dan anak, dimana sebagai ibu dan muslimah adalah benteng terakhir moral bangsa.
Dan Ramadhan bukan sekedar menahan haus dan lapar namun momentum momentum terbaik membersihkan hati dan memperbaiki akhlak.
Kami berharap (dengan kegiatan semarak ramadhan tahun ini) mendapat bekal siritual yang kuat, mempertebal kesabaran, kejujuran dan integritas tak terombang ambing oleh tantangan zaman.
Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan GMI jabar dalam berdakwah dan memberi manfaat bagi ummat. Dan tidak saja dalam kegiatan ini kita tidak secara lisan mendapat ilmu tetapi juga memperkuat ukhuwwah Islamiyah.”



Selepas sambutan diberikan penghargaan kepada pihak sponsor dan pemberian bantuan kepada disabilitas dan lansia.
Di bagian akhir kata sambutan hadir secara langsung Ibu Hj.Samanta Dewi, Istri Gubernur Jawa Barat dan pembina GMI Jabar mengapresiasi dan bersyukur atas kegiatan ini sekaligus membuka secara resmi kegiatan semarak Ramadhan tahun ini.
Menurutnya, pemilihan tema sangat tepat, dan dapat menjadi moment untuk dapat menahan amarah, menjaga lisan dan membersihkan hati.
Diingatkan bahwa GMI memiliki peran penting dalam menjaga moral keluarga dan lingkungan.
Ketika para ibu saling mengingatkan menguatakan Insya Allah dampakanya akan luas.
Pesan pada bagian akhir adalah mengajak para hadirin untuk menjadikan ramadhan lebih hangat dan berakhlak serta memberi contoh yang baik.

Hari pertama Gelaran Semarak Ramadhan Tampil selaku Pembina GMI Jabar Ustadz Tatan Santana menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini dan menyampaikan materi terkait shaum dan pengendalian diri.
Ramadhan disebut syarurshiyam dimana kita melaksanaakan ibadah shaum.
Narsum mengingingat perkara penting soal shaum yang secara makna adalah al imsak karena dalam peristiwa ibadah shaum kita diminta untuk menahan diri.
Dengan demikian esensi shaum adalah ibadah agar kita punya pengendalain diri.
Orang yang tidak punya kendali diri hidupnya berakhir di jurang kenistaan dan jurang kenestapaan. Untuk hal yang baik juga kita mesti pengendalian diri.
Pengalaman perjumpaan Ustad Tatan Santana dengan para napi di LP Banceuy dan LP Sukamiskin juga menemukan fakta soal ini dimana penyebab utama dari keberadaan para napi di penjara tiada lain adalah karena soal pengendalian diri.
Turut menjadi narsum pada kesempatan hari pertama Umma Ilmia, yang menurutnya sendiri dulu pernah menjadi jamaah yang hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan GMI Jabar dan sekarang turut berkontribusi memberikan ilmu bagi jamaah.
Narsum mengingatkan pentingnya aqidah bagi mental seraya menyampaikan satu pesan Nabi SAW bahwa
“Akan datang suatu zaman dimana ketika zaman manusia itu bersabar dan berpegang teguh pada aqidahnya ia seperti memegang bara api”.
Agama kembali asing dan bila tidak diwaspadai mental akan “kena”.
Terkena berbagai dampak buruk dari fitnah kebodohan, fitnah syahwat, fitnah kebaikan, dan lain lain yang masuknya perlahan lahan ke hati dan hidup kita dan karena itu pintu pintu masuk salah satunya lewat sosial medai juga mesti diwaspadai dan mendapat solusi.



Narsum membawa jamaah untuk bercermin bagaimana Nabi Muhammad SAW menghadapi segenap fitnah fitnah dengan bersandar kepada Allah SWT dan dakwahpun berlanjut.
Inilah bekal dan teladan beliau untuk menghadapi ragam fitnah, tidak fokus pada masalah bahwa beliau hanya peduli kepada Allah saja
Inilah yang disebut dalam psikologi sebagai reframing, mengubah sudut pandang dari sudut pandang yang melukai jadi sudut pandang yang menguatkan.
Selepas hari pertama, akan ada hari kedua dan pucaknya pada hari ketiga dimana para jamaah yang hadir juga berkesempatan mendapat doorprize menarik dari pihak sponsor.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak dan sponsor, di antaranya Atalia Collab. Center (ACC), PT Telkom, BJB, T Hypestor, Meva.id, Singgah Coffee/Mellyn Cookies, PT Panghegar Mitra Utama, PT Herlinah Cipta Pratama, Rava.id, PT Approtech, Laznaz Agnia Care, Dr. H. Edwin Sendjaya, SE., MM., Yayasan SM (Suyono Mihartawijaya), Quran Cordoba, Hanny Lovely, Liany Cookies, Yensoon, J&C Cookies, Ina Cookies, Batik Komar, Shafira/Zoya, Peace & Love, Ghina Hijab, Kangen Water (KAT), Mutif, Bursa Sajadah, Andalan Mutu Energi, Barland SS, Turbay, Bman, Kisera, Soka, Info Kajian Bandung, Hotel Horison Ultima, tvharmoni “Untuk Senyum Keluarga Indonesia”.





