• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Minggu, 22 Februari 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kota Cimahi

Sekolah Ekologi Insan Cendekia Cimahi : Jalan Ihsan Merawat Alam

Moni oleh Moni
Minggu, 22 Februari 2026
in Kota Cimahi
0 0
Sekolah Ekologi Insan Cendekia Cimahi : Jalan Ihsan Merawat Alam

Ada saat ketika bumi berbicara lirih melalui udara yang sesak, air yang keruh, dan sampah yang menumpuk disetiap sudut kehidupan. Yang retak dan keruh sesungguhnya bukan hanya tanah dan sungai, melainkan cara pandang dan batin manusia.

Dalam visi spiritual Islam, alam adalah ayat-ayat Tuhan yang terhampar di cakrawala dan di dalam diri. Ia bukan sekadar benda, melainkan tanda yang berdenyut makna. Setiap daun adalah tasbih, setiap aliran air adalah pujian yang tak terucap.

Merusaknya berarti menutup mata hati; merawatnya berarti menunaikan amanah kekhalifahan. Menjadi khalifah fil ardh bukanlah berdiri sebagai penguasa yang menaklukkan, apalagi sebagai pengusaha yang rakus mengeksploitasi.

Menjadi khalifah fil ardh adalah menjadi penjaga keseimbangan, menimbang sebelum mengambil, menahan sebelum merusak, dan menyadari bahwa bumi bukan warisan untuk dihabiskan, melainkan titipan untuk dipertanggungjawabkan.

Khalifah sejati bukan yang paling banyak memiliki, tetapi yang paling lembut memperlakukan. Mengelola hari ini dengan bijak adalah doa diam bagi anak cucu, agar mereka mewarisi bumi yang layak dihuni, bukan luka yang kita tinggalkan.

Di titik ini, ihsan adalah jalan sunyi: berbuat terbaik tanpa sorot mata manusia, karena yakin selalu dalam pandangan-Nya.Memilah, menahan diri, mengolah sampah tuntas di tempat, bukan perkara kecil. Ia zikir yang menjelma laku; hening di bumi, namun bergetar di langit.

Dari kesadaran itulah yang melahirkan Sekolah Ekologi “Insan Cendekia” Cimahi, program strategis ICMI Orda Cimahi yang diresmikan 21 Februari 2026 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.

Sekolah Ekologi Insan Cendekia digagas dan dikembangkan oleh para akademisi dan pegiat lingkungan: Dr. Eki Baihaki, M.Si; Dr. dr. H. Pandith Arismunandar, MM, FISQua, CHAE;. Prof.Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd.; ProfDr. H. Heris Hendriana, M.Pd.; drg. Chanifah Listyarini, M.H.M mewakili unsur pemerintah serta praktisi dan pegiat lingkungan Arief Purnomo.

Didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Cimahi, menjadi penanda bahwa Sekolah Ekologi bukan gerakan sektoral, melainkan kolaborasi strategis lintas unsur dalam membangun kesadaran dan praktik lingkungan yang berkelanjutan.

Bertempat di bekas TPA Leuwigajah, ruang yang pernah menjadi saksi duka, peresmian itu disaksikan Wali Kota Cimahi, Ketua DPRD, salah satu Direktur Pengembangan Ekonomi Sirkuler, Kementerian Lingkungan Hidup, serta unsur strategis bangsa lainnya.

Dari tanah yang pernah memendam tragedi, tumbuh ikrar baru: menjadikan luka sebagai pelajaran, dan kesadaran sebagai jalan peradaban. Peresmian itu bukan sekadar agenda simbolik, melainkan peneguhan ikhtiar peradaban: bergerak dari luka menuju kesadaran.

Sekolah Ekologi Insan Cendekia seolah menjawab pertanyaan satir sesepuh adat Cireunde, Abah Emen mengapa Hari Peduli Sampah tidak hadir sebelum 2005, sebelum Leuwigajah menjadi duka? Mengapa kesadaran sering lahir setelah kehilangan, bukan sebelum peringatan?

Tragedi itu adalah teguran yang tertunda kita dengar. Dan hari ini, setiap ikhtiar merawat bumi adalah jawaban yang tak lagi ditunda agar sejarah kelam tak perlu mengulang, karena manusia abai terhadap alam.

Urgensi Sekolah Ekologi

Sekolah Ekologi jangan dipahami sebagai intitusi dan bangunan fisik semata, melainkan ruang belajar multi platform yang hidup dari  rumah ke rumah, di RT/RW, di masjid, di sekolah, dan di ruang publik.

Sekolah Ekologi bukan sekadar institusi teknis, melainkan penggerak sekaligus penyebar dan penyemai ekosistem nilai ekologis, yang menanamkan kesadaran bahwa merawat bumi adalah bagian dari iman. Untuk menumbuhkan tanggung jawab ekologis yang tidak lahir karena tekanan aturan, tetapi bersemi dari keyakinan dan cinta.

Sebagaimana pesan sufistik “Tugasmu bukan mencari cinta, tetapi mencari dan menemukan segala penghalang hadirnya cinta dalam dirimu .” Dalam konteks ekologi, penghalang itu adalah abai, lalai, kerakusan dan budaya instan. Maka Sekolah Ekologi hadir sebagai jalan tazkiyah sosial

Tazkiyah sosial, adalah ikhtiar membersihkan yang tampak dan yang tak tampak. Bukan hanya menyapu sampah di tanah, tetapi juga mengendapkan keserakahan, kelalaian, dan abai di batin

Sebab bumi yang kotor sering lahir dari hati yang tak lagi jernih; dan saat kesadaran dibersihkan, tanah dan bumi pun perlahan menemukan kembali kemuliaannya

Secara transformatif, sekolah ekologi mengubah paradigma spiritual menjadi praktik, pengetahuan menjadi kebiasaan, dan kepedulian menjadi gerakan kolektif. Dari memilah sampah lahir disiplin; dari disiplin tumbuh karakter; dari karakter terbangun peradaban.

Sekolah Ekologi adalah jalan ihsan merawat alam—sebuah gerakan sunyi namun pasti, yang menautkan iman, ilmu, dan tindakan dalam satu tarikan napas perubahan menuju Cimahi kota peradaban

Persoalan sampah dan lingkungan adalah persoalan peradaban. Seorang sufi  pernah menulis, “Kemarin aku cerdas, maka aku ingin mengubah dunia. Hari ini aku bijaksana, maka aku mengubah diriku.”

Pesan ini menemukan relevansinya dalam pendidikan ekologis berbasis komunitas. Perubahan besar tidak selalu lahir dari kebijakan megah, tetapi dari kesadaran personal yang dirawat secara kolektif.

Dari tangan-tangan yang memilih untuk bertanggung jawab atas sampahnya sendiri. Sekolah Ekologi juga berpijak pada falsafah pendidikan bangsa yang diwariskan Ki Hajar Dewantara: setiap orang adalah guru, dan setiap tempat adalah sekolah.

Dalam konteks ini, lingkungan menjadi ruang belajar ekologis. Ketika seorang anak melihat orang tuanya memilah sampah, ia sedang belajar nilai. Ketika sebuah RT mengelola sampahnya secara tuntas, ia sedang mengajarkan peradaban.

Prinsip ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani menemukan wujud nyatanya dalam keteladanan ekologis.

ICMI Orda Cimahi menempatkan Sekolah Ekologi sebagai ikhtiar membumikan iman dan ilmu ke dalam praktik sosial.

Namun sejak awal disadari, jalan ihsan ini tidak mungkin ditempuh sendirian. Tidak mudah, namun bukan hal yang tidak mungkin. Merawat alam adalah kepentingan bersama, melampaui batas organisasi dan identitas.

Karena itu, Sekolah Ekologi diharapkan menjadi ruang kolaborasi pentahelix : pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media yang bergandengan tangan dalam semangat gotong royong.

Pemerintah dengan kebijakan dan fasilitasi, akademisi dengan penguatan ilmu dan evaluasi, dunia usaha dengan dukungan sumber daya dan inovasi ekonomi sirkular, komunitas dengan praktik dan keteladanan sehari-hari, serta media dengan narasi yang mencerdaskan publik.

Semua memiliki peran yang setara dan saling melengkapi. Sekolah Ekologi bukan milik satu pihak, melainkan milik bersama. Dalam khazanah tasawuf, Al-Ghazali mengingatkan bahwa kerusakan lahir sering berakar dari kekacauan batin.

Keserakahan, ketidakpedulian, arogansi dan gaya hidup berlebihan merusak keseimbangan (mizan). Pendidikan ekologis sejati karenanya harus menyentuh dimensi batin: menata niat, melatih kesederhanaan, dan menumbuhkan rasa cukup.

Sekolah Ekologi hadir sebagai jalan refleksi sekaligus aksi. Ia mengajak kita berdamai dengan alam, bukan menaklukkannya. Mengelola sampah tuntas di tempat dipahami sebagai amal jariyah ekologis kebaikan yang manfaatnya mengalir lintas generasi.

Ketika sebuah komunitas berhasil menjaga lingkungannya, ia sedang mewariskan nilai luhur kepada masa depan. Pada akhirnya, Sekolah Ekologi adalah jalan ihsan yang bersifat kolektif.

Jalan sunyi yang menuntut kesabaran, keteladanan, dan kebersamaan. Karena peradaban tidak dibangun oleh satu tangan, melainkan oleh banyak tangan yang saling menggenggam.

Mari bergandengan tangan, melampaui sekat kepentingan, demi satu tujuan bersama: merawat alam sebagai amanah, mendidik manusia seutuhnya, dan menumbuhkan peradaban yang lebih arif, bersih, dan bermakna.

Epilog

Pada akhirnya, tidak semua pelajaran lahir dari ruang kelas, dan tidak semua guru berdiri di depan papan tulis. Sebagaimana diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara, setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah.

Maka di hadapan krisis ekologis hari ini, setiap insan dan diri kita sedang diuji: pelajaran terbaik apa yang kita ajarkan melalui laku hidup kita.

Ketika kita memilih memilah sampah, mengurangi yang berlebihan, dan merawat lingkungan sekitar, sesungguhnya kita sedang mengajar tanpa kata, tanpa panggung.

Anak-anak belajar dari kebiasaan, tetangga belajar dari keteladanan, dan masyarakat belajar dari konsistensi. Inilah pengaruh paling jujur: bukan yang ramai di layar, tetapi yang membekas dalam kehidupan.

Di jalan ihsan, setiap individu adalah influencer nilai. Bukan demi popularitas, melainkan demi keberkahan. Merawat dan peduli lingkungan menjadi dakwah sunyi yang mengajak tanpa menggurui, mempengaruhi tanpa memaksa.

Dari laku-laku sederhana itulah visi besar disemai: membangun Cimahi sebagai kota peradaban, kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi matang secara etika dan spiritual .

Dalam semangat kearifan lokal, saluyu ngawangun jati mandiri bersama-sama membangun jati diri yang mandiri dan berkarakter menjadi napas gerakan ini.

Dari rumah ke rumah, dari RT ke RW, dari komunitas ke kota, nilai-nilai ihsan disemai dan ditumbuhkan agar terwujud Cimahi MANTAP: maju, agamis, nyaman, teladan, dan berdaya saing.

Mari menjadi guru bagi lingkungan kita, hadir sebagai teladan dalam bersikap ihsan terhadap alam yang diamanahkan kepada kita semua.

Dari keteladanan yang sunyi namun konsisten itulah Cimahi sebagai kota peradaban perlahan, namun pasti, dapat diwujudkan bersama.

Sekolah Ekologi Insan Cendekia Cimahi didesain sebagai  ladang amal kita bersama, ruang ikhtiar tempat nilai, gagasan, dan tindakan bertemu dalam satu tujuan: merawat bumi sebagai bagian dari iman.

Dengan kerendahan hati, kami membuka pintu kolaborasi. Sumbangan pemikiran, pendampingan, fasilitasi program, jejaring, maupun bentuk dukungan lainnya sangat kami harapkan.

Semoga setiap kontribusi menjadi jejak kebaikan yang tak terhenti pada hari ini, tetapi terus mengalir sebagai amal jariyah bagi peradaban dan anak cucu kita hidup lebih layak.

Dr. Eki Baihaki, M.Si _Penggagas Sekolah Ekologi Insan Cendekia, Ketua Citarum Institute dan Dosen Pascasarjana UNPAS.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Moni

Moni

Bonjopi (bobotoh lalajo dina tipi) garis keras, hobi main Nintendo dan piara ikan

Info Terkait

Kota Cimahi

Atasi Sampah Pemkot Cimahi Dorong Perubahan Paradigma Masyarakat melalui Zero TPA

Sabtu, 21 Februari 2026
Kota Cimahi

Forkis Kota Cimahi Resmi Dideklarasikan, Ketua DPRD Dorong Lahirnya Maestro Pelukis Masa Depan

Rabu, 11 Februari 2026
Kota Cimahi

Isra Mi’raj Jadi Momentum Refleksi, Pemkot Cimahi Dorong Pembangunan Berkarakter Religius

Senin, 26 Januari 2026
Maraknya Kasus ISPA, di Cimahi Masih Stabil, Dinkes Pastikan Tak Ada Lonjakan di Musim Pancaroba
Kota Cimahi

Maraknya Kasus ISPA, di Cimahi Masih Stabil, Dinkes Pastikan Tak Ada Lonjakan di Musim Pancaroba

Jumat, 16 Januari 2026
Kota Cimahi

Kota Cimahi Raih Predikat sebagai Daerah “Sangat Inovatif” dalam Ajang IGA 2025

Kamis, 11 Desember 2025
Kota Cimahi

Pemkot Cimahi Luncurkan Motorbike Ambulance dan Raih Penghargaan Nasional

Kamis, 11 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist