• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Selasa, 17 Februari 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Ragam

Makna di Balik Tradisi Munggahan Sambut Ramadhan

TV Harmoni oleh TV Harmoni
Selasa, 17 Februari 2026
in Ragam
0 0

Bagi masyarakat Jawa Barat, datangnya bulan suci Ramadhan tidak hanya ditandai dengan pergantian bulan pada kalender Hijriah, tetapi juga disambut dengan sebuah perayaan budaya yang hangat.

Tidak hanya bermuatan spiritual, tradisi ini identik juga dengan riuhnya tawa dan kebahagiian keluarga. Tradisi yang sudah turun-temurun ini merupakan warisan budaya Sunda yang tetap eksis di tengah gempuran zaman.

Sejarah Munggahan

Dari sisi etimologi, kata “Munggahan” berasal dari bahasa Sunda, yaitu unggah yang berarti naik atau masuk.

Secara filosofis, tradisi ini melambangkan proses transisi manusia dari kehidupan sehari-hari yang penuh khilaf menuju derajat yang lebih tinggi atau suci saat memasuki bulan Ramadan. Munggahan adalah simbol kesiapan batin dan fisik untuk “naik” ke bulan yang penuh berkah.

Sebagai salah satu tradisi masyarakat Sunda sebelum puasa yang paling ikonik dan bertahan melintasi zaman, munggahan berfungsi sebagai jembatan transisi dari kehidupan duniawi sehari-hari menuju fase ibadah yang lebih khusyuk.

Sejarah Munggahan tidak terlepas dari proses penyebaran Islam di Tanah Pasundan. Para ulama terdahulu, menggunakan pendekatan budaya untuk memperkenalkan ajaran Islam agar lebih mudah diterima oleh masyarakat lokal yang saat itu kental dengan tradisi agraris.

Dahulu, masyarakat Sunda kerap melakukan ritual syukur atas hasil panen. Tradisi ini kemudian disesuaikan menjadi momen bersyukur atas dipertemukannya kembali dengan bulan Ramadhan.

Ritual Khas dalam Tradisi Munggahan

Meskipun setiap daerah di Jawa Barat memiliki perbedaan kebiasaan, ada beberapa elemen utama yang selalu ada dalam Munggahan:

Beberesih atau mandi keramas di sumber mata air, sungai, atau di rumah masing-masing sehari sebelum puasa dimulai. Ini adalah simbolisasi dari mandi besar atau thaharah untuk memastikan raga dalam keadaan suci saat Ramadhan tiba

Botram (Makan Bersama) Biasanya dilakukan dengan menu nasi liwet di atas daun pisang. Tradisi makan bersama ini melambangkan kesetaraan, di mana tidak ada sekat antara yang kaya dan yang miskin.

Saling Memaafkan, Sebelum puasa dimulai, masyarakat akan mengunjungi orang tua, saudara, dan tetangga untuk bermaaf-maafan agar ibadah puasa dijalani dengan hati yang bersih

Ziarah Kubur atau Nyekar Mengunjungi makam leluhur atau keluarga yang telah tiada untuk mendoakan sekaligus pengingat akan kematian.

Sedekah, Berbagi makanan atau sembako kepada mereka yang kurang mampu agar semua orang bisa menyambut Ramadhan dengan sukacita.

Munggahan di Era Modern

Di era modern, Munggahan tetap bertahan karena fungsinya sebagai perekat sosial. Di tengah kesibukan pekerjaan dan hiruk-pikuk media sosial yang membuat kita berjarak, Munggahan mengajak kita untuk berhenti sejenak, duduk bersila, bersilaturahmi saling bermaafan dan bertatap muka langsung dengan keluarga, saudara atau sahabat.

Bagi generasi milenial dan Gen Z tradisi munggahan mungkin dirayakan melalui acara kumpul-kumpul di cafe, restoran atau memesan makanan lewat layanan pesan antar online dan makan bersama teman-teman.

Kendati caranya berubah, namun esensinya tetap sama. Tradisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat modern agar kembali ke nilai-nilai spiritualitas serta memprioritaskan hubungan tanpa sekat dengan orang-orang terdekat

Munggahan adalah warisan tradisi yang mengajarkan kita tentang filosofi “kenaikan” derajat manusia. Ia bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, melainkan sebuah ritual untuk menyucikandiri dan hati, mempererat silaturahmi yang renggang, serta mempersiapkan jasmani dan rohani menyambut bulan suci.

Selamat menyambut bulan suci Ramadhan.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
TV Harmoni

TV Harmoni

Info Terkait

Ragam

Ketika Komunikasi Kehilangan Martabat

Jumat, 19 Desember 2025
Ragam

Pelan Bukan Berarti Tertinggal: Menemukan Makna Hidup Lewat Konsep Slow Living

Kamis, 23 Oktober 2025
Ragam

Smart Spending: Cara Anak Muda Mengatur Keuangan tanpa Harus Mengorbankan Gaya

Kamis, 9 Oktober 2025
Ragam

5 Tanaman Hias Cantik yang Cocok untuk Memperindah Rumahmu

Rabu, 8 Oktober 2025
Ragam

Generasi Muda dan Perannya dalam Melestarikan Batik di Era Modern

Jumat, 3 Oktober 2025
Ragam

Batik Cimahi: Warisan Budaya, Alam dan Militer yang Menyatu dalam Kain

Jumat, 3 Oktober 2025
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist