• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Kamis, 5 Februari 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Religi

Tarhib Ramadhan SBC bersama Ust. Nur Ihsan Jundullah, Lc.

TV Harmoni oleh TV Harmoni
Kamis, 5 Februari 2026
in Religi
0 0

Note Ustadz Nur Ihsan Jundulloh, Lc.
Almaz Chicken Buah Batu Bandung
Sahabat Bandung Community (SBC)
Senin, 02 Februari 2026
by : lucyrustikasari

Ibarat kita dalam menyambut tamu yang akan datang ke rumah kita, jika tamu yg akan datang tersebut akan memberi sesuatu/membawa oleh-oleh yg banyak/hadiah yg istimewa, tentu kita akan menyambutnya dengan istimewa juga.

Berbeda ketika tamu yg datang tidak membawa apa-apa, kitapun akan menyambutnya biasa2 saja, bahkan jika tamu tsb bukan memberi tapi akan menagih/membuat kita tidak nyaman, tentu kitapun akan kabur/sembunyi/menghindarinya.

Makin banyak oleh-oleh yg akan diberi = makin semangat kita tunggu2 kedatangannya & menyambutnya, makin dekat waktunya makin senang hati kita, dan tentunya kita sibuk  mempersiapkan penyambutan dg luar biasa.

Namun jika tamu istimewa yg datang, tapi kita belum siap, masih berantakan & tidak menyambutnya dg baik, tentu tamu yg tadinya mau memberi banyak hadiah/oleh-oleh, jadinya sedikit, bahkan tidak jadi diberi, karena tuan rumahnya tidak siap, acuh bahkan spt tidak senang akan kedatangannya, shg tamu jadi tidak betah, tamu tsb segera pergi.

Jika kita lihat bulan Ramadhan sbg tamu yg akan memberi kita bahagia, tapi apa yg sudah kita persiapkan utk menyambut & menerima bulan Ramadhan sbg tamu istimewa ??. Karena bulan Ramadhan datang akan meberi kita bahagia, yaitu jadi TAQWA. 

QS. Al Baqarah ayat 183. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”.

Hanya orang-orang yg BERIMAN yg yakin bhw taqwa lebih membuat kita bahagia drpd harta. Maka yg dipanggil oleh Allaah adalah orang2 yg beriman. Dan persiapan terbaik utk menyambut bulan Ramadhan, diantaranya adalah :

1. IMAN  :
“Yaaa ayyuhalladziina aamanuu” == “Wahai orang2 yg beriman”.
== >> Sebab dg shaum, orang2 beriman menjadi taqwa = jadi bahagia. Yg Allaah beri bagi orang2 yg beriman, yg yakin adalah yg paling berharga, yaitu “Taqwa”.

Hanya orang2 yg beriman yg yakin bhw Taqwa itu sangat2 berharga. Dan jika orang sudah yakin/percaya, walaupun susah, lapar, capek, pasti sangat yakin bhw setelah ini pasti dapatkan sesuatu yg sangat berharga.

Maka persiapan terbaik menyambut Ramadhan adalah IMAN. Dan jika kita lihat dlm ayat2 Quran, jika dikumpulkan semua amal pasti diawali dg kata “aamanuu” (iman), artinya : Percaya dulu baru beraktifitas, dan orang beramal/melakukan sesuatu tergantung dari percaya/yakin/iman.

Makin percaya makin mudah/ringan/bersemangat mengerjakan amal. Maka bagi orang yg percaya/ beriman, taqwa itu sangat2 berharga, shg bikin orang semangat mengejarnya, walaupun harus cape/susah.

2. DIWAJIBKAN / DIPAKSA  :
“Kutiba ‘alaiikumush shiyaam” == “Diwajibkan atas kamu berpuasa”. 
== >>”Aamanuu” dulu baru “Kutiba” == Ada keimanan dulu baru diwajibkan. Sebab kewajiban tanpa keimanan, akan jadi beban/ tidak menikmati.

Menjalankan perintah tanpa kita yakin/percaya, pasti jadi beban. Maka diwajibkan oleh Allaah utk dikasih sesuatu = Tanda Allaah SAYANG kpd kita.

Ibarat : Orang tua nyuruh sarapan pd anak, jika anak tidak percaya bhw sarapan itu baik/utk kebaikan/memberi manfaat utk si anak, maka sarapan akan jadi beban.

Spt itu pula Allaah, jika Allaah perintahkan sesuatu pd manusia, pasti akan ada manfaat/ kebaikan utknya, Allaah tidak spt manusia, yg jika manusia memerintahkan sesuatu pasti ada manfaat/kepentingan utk dirinya, tapi Allaah jika seluruh manusia & jin berbuat baik/taat pd Allaah, kemuliaan Allaah tidak bertambah, begitu juga jika seluruh manusia & jin tidak taat/tidak berbuat baik, maka kerugian bukan utk Allaah, tapi utk manusia itu sendiri.

Maka diwajibkan/dipaksa = Tanda kasih sayang Allaah kpd kita.
Lebih baik dipaksa ke surga drpd dibelai manja (dibiarkan) ke neraka.

3. LATIHAN MENAHAN :
Dimulai dg keimanan, diwajibkan shaum, sbg tanda kasih sayang Allaah, bukan karena Allaah arogan, karena manfaatnya kembali kpd kita.  

Dulu orang Arab mendengar kata “shaum” itu artinya : kuda yg dibuat lapar utk dipakai berperang. Karena sebelum ayat Quran turun, bhs Arab sudah ada terlebih dahulu & bangsa Arab sudah mengenal kata shaum, namun kata shaum secara bahasa = menahan dari sesuatu.

Karena kuda yg biasanya cepat lapar/haus, ditahan makannya, agar kudanya jadi tahan lapar & kuat tenaganya, shg bisa diajak berperang/bertempur.

Output/aktifitasnya/tenaganya tetap sama tapi yg berkurang inputnya/makanannya, shg lebih hemat.

Maknanya : Shaum sangat bermanfaat dimasa2 menghadapi krisis, shg aktifitasnya tetap sama, namun bisa menghemat/saat sumbernya berkurang.

Artinya juga : Shaum agar kita tidak boros. Spt kupu2 : Ulat boros makannya, jadi parasit memakan daun2, tapi tidak bisa terbang & tidak cantik, setalah shaum menahan diri dlm kepompong, berubah jadi kupu2 yg cantik, dpt terbang kesana kemari, & memberi manfaat dlm penyerbukan bunga yg dihinggapinya.

Maka jika sebelum shaum kita makan terus & boros, setelah shaum harus jadi hemat & bermanfaat. 

4. BIKIN LEBIH TENANG :
“Kamaa kutiba ‘alalladziina mingqoblikum” == “Sebagaimana diwajibkan atas orang2 sebelum kamu”.

Yg bikin lebih tenang adalah ketika kita shaum bersama2/menjalankan shaum spt orang2 sebelum kita, shg kita tahu kita tidak sendirian jadi tenang.

Artinya : Ibadah shaum bukan hanya diwajibkan utk umat nabi Muhammad  ﷺ  saja, tapi juga utk umat2 sebelumnya.

Maka perasaan kita jadi lebih tenang ketika bersama2 dlm kebaikan. Sebab manusia punya kecenderungan “uns” (dari kata annas)= punya sifat “unsun”, yaitu tidak bisa sendirian.

Maka ujian terberat bagi manusia adalah “Sendirian” walau dlm kebenaran.

Dan Nikmat terbesar bagi manusia adalah dalam kebersamaan (bersama2) dlm kebenaran.  

Kata Imam Syafi’i : “Nikmat terbesar setelah “Hidayah” adalah nikmat “Ukhuwah”.

Hidayah = Berdiri diatas kebenaran, & Ukhuwah = Bersama2 dlm kebenaran.  

Spt cerita ttg landak : Ketika berkumpul menghadapi musim dingin, agar selamat harus saling mendekat & merapat, namun mereka punya duri yg bisa melukai satu sama lain, tapi jika tidak saling mendekat/berjauhan/berjarak, mereka bisa mati dlm kedinginan.

Artinya ada 2 resiko : Ada luka dlm kehangatan atau nyaman dlm kebekuan.

Sama spt cerita kita : Masing2 kita punya duri (kekurangan/keburukan) ketika mendekat bisa jadi kita terluka = artinya kita harus siap menerima luka asal tetap bersama/ ada luka dlm kehangatan/kebersamaan/ukhuwah, tapi kita bisa membasuh luka merasakan kepahitan dlm kebersamaan, atau berjauhan tapi mati dlm beku/kesendirian.

Maka bersabarlah thd sesama mukmin, karena dekat terikat lebih banyak persamaan drpd perbedaan utk menimbulkan luka.

QS. Al Hujurat ayat 10 : “Sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yg berselisih) & bertaqwalah kpd Allaah agar kamu mendapat rahmat”.  

Kita bukan orang pertama yg melakukan shaum & shaum bukan perintah yg baru utk nabi Muhammad  ﷺ. Shaum punya sejarah yg panjang, kita ada dibarisan yg sama, membuat hati kita tenang, beda rasanya punya teman dlm kebaikan.

5. TAQWA :
Sebelum Quran turun, kata “Taqwa” digunakan orang Arab, jika mereka butuh perlindungan, tameng, perisai.

Taqwa = Perlindungan (perisai). Dan “Bertaqwalah” = artinya : Milikilah perlindungan, tameng/perisai, jaga2 kalau ada bahaya, shg kita sudah siap dg cara utk menghadapinya.  

Berlindung pd Allaah/memohon perlindungan dari Allaah jika ada sesuatu yg membahayakan kita.

Tapi jika masalahnya dg Allaah, perisai/pelindung apa yg kita punya jika Allaah murka ??, Tidak ada yg bisa melindungi kita kalau Allaah yg murka.

Maka ‘”Ittaqulloh” = Bertaqwalah kpd Allaah = Carilah perlindungan/ berlindunglah dari murka Allaah.

Caranya : Kerjakan apa yg diperintahkan Allaah, tinggalkan apa yg dilarang Allaah == Melakukan perintahNya, menjauhi laranganNya.

QS. Al Baqarah ayat 197 : Berbekallah dan sesungguhnya sebaik2 bekal adalah TAQWA”.

Maka berlindunglah dari semua bahaya, dg cara latihan (dg shaum), supaya kamu punya perlindungan, spy berhati2, spy bertaqwa.

Ketika lagi shaum, yg halal saja tidak boleh dimakan, shg kita bisa berhati2, kalau yg halal saja bisa kita jaga/perhatikan, apalagi yg haram.

Ghibah = membicarakan keburukan orang lain = haram. Jika shaum dijalankan tapi ghibah juga dijalankan = tidak makan yg halal tapi makan yg haram. Sedang shaum, tapi mulutnya tidak shaum (masih berghibah) = spt buka puasa disuguhi daging bangkai.

Jika pernah berghibah, hapus keburukan tsb dg kebaikan, dg menceritakan kebaikan2 orang yg pernah kita ghibahi, karena : “Innal hasanaati yudz hibnas sayyiaat” = Kebaikan bisa menghapus keburukan = perbuatan2 baik menghapus kesalahan2 (QS. Hud ayat 114).

Maka berjuanglah agar Ramadhan tahun ini harus lebih baik drpd Ramadhan tahun lalu. Jika syaban lebih baik drpd syawal, maka Ramadhannya berhasil.

Jika sama saja = Ramadhannya begitu2 saja. Perbandingan yg seimbang : Syaban dg Syawal, & Ramadhan tahun ini, dg Ramadhan tahun kemarin, karena keutamaan Ramadhan tidak bisa dibandingkan dg bulan2 yg lain.

#semogabermanfaat
#mohonmaafsgalakkurangandrpenulis.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
TV Harmoni

TV Harmoni

Info Terkait

LIPUTAN KHUSUS : MT Siti Mariam : Ramadhan yang Tak Dirindukan
Religi

LIPUTAN KHUSUS : MT Siti Mariam : Ramadhan yang Tak Dirindukan

Rabu, 4 Februari 2026
MT Siti Mariam : Ramadhan yang Tak Dirindukan
Religi

MT Siti Mariam : Ramadhan yang Tak Dirindukan

Selasa, 3 Februari 2026
Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H
Religi

Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Senin, 2 Februari 2026
Kajian Rutin Makkah ( Majlis Akhlakul Karimah ) ” Ketika Hati Gelisah, Allah Tempat Berserah “
Religi

Kajian Rutin Makkah ( Majlis Akhlakul Karimah ) ” Ketika Hati Gelisah, Allah Tempat Berserah “

Sabtu, 31 Januari 2026
Tadabur Ayat Cinta-Nya (15) “Saat kau Hadir tanpa Aba-aba” Bersama teh @ufahbaheej
Religi

Tadabur Ayat Cinta-Nya (15) “Saat kau Hadir tanpa Aba-aba” Bersama teh @ufahbaheej

Jumat, 30 Januari 2026
MT Yasmeena | Ustadzah Imas Karyamah S,AG., M.PD
Religi

MT Yasmeena | Ustadzah Imas Karyamah S,AG., M.PD

Rabu, 28 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist