• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Senin, 23 Februari 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Religi

Ketika Cinta Tak Lagi Menuntut, Sebuah Dialog antara Hamba dan Tuhannya

TV Harmoni oleh TV Harmoni
Jumat, 31 Oktober 2025
in Religi
0 0

Oleh: Febri Satria Yazid

“Tidak usah menuntut rezeki esok pada hari ini, karena engkaupun tidak Aku tuntut untuk melaksanakan kewajiban esok pada hari ini. Hai hambaku, Aku mencintaimu, maka demi cintaKu kepadamu, cintai jugalah Aku.”

Kalimat ini bukan hadis, bukan pula ayat suci Al-quran, tetapi terasa seperti bisikan lembut dari langit hati. Ia mengandung getar cinta yang dalam. Sebuah ajakan untuk berhenti menuntut, mulai mempercayakan. Untuk berhenti menghitung hak, dan mulai menunaikan kewajiban dengan cinta. Sebab dalam setiap hembusan napas, ada kasih Allah yang tidak pernah menagih, hanya memberi tanpa batas.

Ungkapan ini lebih merupakan kata mutiara bernuansa sufistik (tasawuf), dengan gaya bahasa yang menggambarkan dialog antara Tuhan dan hamba-Nya, penuh makna cinta ilahiah (mahabbah ilahiyyah).

Menekankan kepasrahan, keikhlasan, dan keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam cinta kepada Allah.

Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan kompetitif, manusia kerap terjebak dalam pola pikir menuntut. Setiap individu merasa berhak atas penghargaan, perhatian, dan kesejahteraan, namun sering lupa menunaikan kewajiban yang menjadi jalan menuju hak tersebut.

Kita menuntut keadilan, tetapi lalai berlaku adil. Kita ingin dihargai, namun enggan menghargai. Kita berharap doa terkabul, padahal ibadah sering tertunda oleh kesibukan dunia.

Fenomena ini terlihat di berbagai sisi kehidupan seperti di dunia kerja, banyak yang menuntut kenaikan gaji tanpa terlebih dahulu menunjukkan kinerja terbaik.

Dalam keluarga, seseorang ingin dipahami tanpa berusaha memahami. Dalam spiritualitas, manusia berharap rahmat Allah tanpa sungguh-sungguh menjemputnya dengan taubat dan amal saleh.

Padahal, rahmat Allah bukan sekadar hadiah yang turun tanpa sebab, melainkan anugerah yang dijemput dengan kesadaran dan usaha.

Taubat adalah langkah pertama menuju kasih sayang-Nya, tanda bahwa hati masih hidup dan ingin kembali. Sedangkan amal saleh adalah wujud nyata dari cinta dan ketaatan. Tanpa keduanya, harapan hanya tinggal harapan seperti doa kehilangan sayapnya dan cinta kepada Tuhan berhenti di bibir, bukan di hati.

Modernitas sering menumbuhkan ego dan perasaan “aku berhak”, seolah segala sesuatu harus sesuai kehendak pribadi. Padahal, hak sejati adalah buah dari kewajiban yang dijalankan dengan ikhlas.

Ketika manusia lebih sibuk menuntut daripada memperbaiki diri, maka ia kehilangan kedamaian batin, karena cinta, termasuk cinta kepada Tuhan, tak tumbuh di tanah yang penuh tuntutan.

Kalimat “Aku mencintaimu, maka demi cintaKu kepadamu, cintai jugalah Aku.”. seakan menjadi penyeimbang bagi zaman ini. Ia mengingatkan bahwa hubungan kita dengan Tuhan, sesama, maupun diri sendiri, harus dibangun di atas kesadaran memberi, bukan sekadar meminta.

Dalam dunia yang sibuk menagih perhatian, kalimat ini mengajarkan ketenangan bahwa cinta sejati, termasuk cinta kepada Sang Pencipta, adalah tentang keikhlasan dalam kewajiban, bukan kepentingan dalam hak.

Makna Filosofis di balik kalimat ; “Jangan menuntut hakmu untuk hari esok” adalah jangan terlalu cemas terhadap masa depan. Serahkan segalanya kepada takdir Allah yang Maha Mengatur.

Setiap rezeki, keberhasilan, dan kebahagiaan memiliki waktunya sendiri. Kegelisahan sering lahir karena manusia ingin mengatur sesuatu yang seharusnya menjadi urusan Tuhan.

“Aku juga tidak menuntut kewajiban esokmu hari ini. Allah tidak membebani manusia di luar kemampuan mereka, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 286, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Baca juga  Do'a Husnul Khatimah Memulai Hidup Bermakna dari Akhir

Ayat ini menegaskan kasih sayang Allah yang tak terbatas. Ia memahami keterbatasan manusia, memberi waktu untuk berbenah, dan selalu membuka pintu maaf.

“Aku mencintaimu, maka cintai jugalah Aku” , merupakan seruan lembut agar manusia membalas cinta Tuhan dengan ketaatan dan kesyukuran.

Cinta kepada Allah tidak ditunjukkan dengan kata-kata, melainkan dengan amal dan kesetiaan menjalankan perintah-Nya.

Cinta yang sejati selalu tampak dalam tindakan, bukan hanya dalam pengakuan.

Dalam Islam, cinta kepada Allah dikenal dengan istilah mahabbah fillah, cinta yang lahir dari pengenalan dan penghambaan kepada Sang Pencipta.

Cinta seperti ini tidak menuntut balasan, karena ia tumbuh dari kesadaran bahwa segala yang kita miliki berasal dari-Nya.

Ada dua jenis cinta yang dapat kita pelajari yaitu cinta yang menuntut dan cinta yang memberi. Cinta yang menuntut selalu ingin dibalas, menimbang dan menghitung. Sedangkan cinta yang memberi adalah cinta yang matang, ia mengalir tanpa pamrih, sebab kebahagiaannya terletak pada memberi, bukan menerima.

Hubungan manusia dengan Tuhan seharusnya berada pada tingkatan cinta yang memberi. Allah tidak pernah menjadikan hubungan dengan hamba-Nya sebagai transaksi.

Ia memberi tanpa menagih, mengampuni tanpa perhitungan, dan mencintai tanpa syarat. Dalam cinta yang demikian, hak dan kewajiban bukan lagi beban, melainkan bagian dari perjalanan menuju kedekatan ruhani.

Jika kita menengok kehidupan sehari-hari, banyak pelajaran yang dapat diambil. Dalam bekerja, sering kali orang ingin segera mendapatkan hasil, padahal proses adalah bagian dari pembentukan diri.

Dalam rumah tangga, pasangan menuntut perhatian dan kasih sayang, namun lupa menunaikan kewajiban saling menghormati.

Dalam ibadah, manusia ingin hidupnya dipermudah, tetapi masih enggan meluangkan waktu untuk sujud.

Ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban membuat kehidupan kehilangan harmoni. Ketika seseorang menuntut hak tanpa menunaikan kewajiban, maka yang muncul bukan cinta, melainkan rasa kecewa dan ketidakpuasan.

Sebaliknya, ketika seseorang menunaikan kewajiban dengan tulus, hak akan datang dengan sendirinya, mungkin tidak seketika, tetapi selalu dengan cara terbaik.

Hidup ini bukan soal seberapa banyak kita menerima, melainkan seberapa dalam kita memberi dengan keikhlasan.

Dalam setiap kewajiban yang dijalankan, tersimpan berkah yang menenangkan jiwa. Dalam setiap hak yang kita sabar tunggu, tersimpan pelajaran tentang iman dan tawakal.

Dari renungan ini, ada beberapa pelajaran penting yang dapat menjadi cermin bagi kehidupan umat manusia yaitu jangan terburu menuntut hasil, melainkan fokuslah pada usaha hari ini, karena masa depan adalah rahasia Allah yang tidak bisa didesak waktunya.

Ibadah bukan sekadar kewajiban, tetapi wujud cinta yang mendalam kepada Sang Khalik. Hidup harus seimbang antara hak dan kewajiban. Hak akan datang dengan sendirinya ketika kewajiban dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Cinta sejati bukan menuntut, melainkan memberi. Dalam memberi, manusia menemukan makna tertinggi dari cinta, karena ia meniru sifat Allah yang Maha Pemberi.

Hidup bukan tentang menagih janji, tetapi tentang menepati amanah, bukan tentang menghitung apa yang kurang, melainkan mensyukuri apa yang sudah ada.

Ketika manusia berhenti menuntut dan mulai mencintai dengan kesadaran, maka hidup menjadi lebih tenang dan bermakna. “Cinta kepada Allah adalah perjalanan tanpa akhir, yang dimulai dari pengabdian, disertai kesabaran, dan berbuah ketenangan.” (fsy).

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Tags: Renungan
TV Harmoni

TV Harmoni

Info Terkait

MT Thohirul Qolbi : Special Ramadhan Mubarak : Seni Menahan Diri | Ust. Boboko
Religi

MT Thohirul Qolbi : Special Ramadhan Mubarak : Seni Menahan Diri | Ust. Boboko

Minggu, 22 Februari 2026
LIPUTAN KHUSUS : Safari Dakwah – Spesial Menyambut Bulan Suci Ramadhan | Ustadzah Aah Nurul Muhhibah
Religi

LIPUTAN KHUSUS : Safari Dakwah – Spesial Menyambut Bulan Suci Ramadhan | Ustadzah Aah Nurul Muhhibah

Kamis, 19 Februari 2026
Safari Dakwah : Spesial Menyambut Bulan Suci Ramadhan | Ustadzah Aah Nurul Muhhibah
Religi

Safari Dakwah : Spesial Menyambut Bulan Suci Ramadhan | Ustadzah Aah Nurul Muhhibah

Selasa, 17 Februari 2026
Milad Ummi Maktum Voice ke 27
Religi

Milad Ummi Maktum Voice ke 27

Sabtu, 14 Februari 2026
Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Dhuafa Tahun ke 37 ( 2026 ) Bungah Mapag Ramadhan 1447 H
Religi

Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Dhuafa Tahun ke 37 ( 2026 ) Bungah Mapag Ramadhan 1447 H

Rabu, 11 Februari 2026
MT Ariajipang – Istiqomah Bukti Cinta kepada Allah
Religi

MT Ariajipang – Istiqomah Bukti Cinta kepada Allah

Selasa, 10 Februari 2026

Info Terbaru

MT Thohirul Qolbi : Special Ramadhan Mubarak : Seni Menahan Diri | Ust. Boboko

MT Thohirul Qolbi : Special Ramadhan Mubarak : Seni Menahan Diri | Ust. Boboko

Minggu, 22 Februari 2026
Sekolah Ekologi Insan Cendekia Cimahi : Jalan Ihsan Merawat Alam

Sekolah Ekologi Insan Cendekia Cimahi : Jalan Ihsan Merawat Alam

Minggu, 22 Februari 2026
SI DOI: “Stres, Cemas, Depresi & Solusi Korean Hand Therapy” Kupas tuntas Sehat Holistik & Bahagia Paripurna

SI DOI: “Stres, Cemas, Depresi & Solusi Korean Hand Therapy” Kupas tuntas Sehat Holistik & Bahagia Paripurna

Minggu, 22 Februari 2026

Atasi Sampah Pemkot Cimahi Dorong Perubahan Paradigma Masyarakat melalui Zero TPA

Sabtu, 21 Februari 2026

Video

  • All
  • Video
Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Senin, 2 Februari 2026

Video: Tabligh Akbar bersama Ustadz. Abdul Somad di Masjid Trans Studio Bandung

Selasa, 27 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

Senin, 26 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

Minggu, 25 Januari 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist