• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Jumat, 20 Februari 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Ekonomi

Waspada Perlambatan Ekonomi

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Selasa, 13 Agustus 2024
in Ekonomi, Uncategorized
0 0

Masa-masa akhir pemerintahan Presiden Jokowi dihantui oleh perlambatan ekonomi yang serius. Situasi ekonomi ini bisa membuat masa akhir kepemimpinan sang presiden tidak soft landing.

Laporan dari Lembaga Penyelidik Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia bahkan memproyeksikan perekonomian nasional berada di kisaran 4,97 persen hingga 5,01 persen. Angka itu lebih rendah dari realisasi pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,11 persen.

Permasalahan itu sebenarnya dipicu oleh tingginya ketidakpastian global dan berlanjutnya permasalahan struktural yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

IMF memproyeksikan ekonomi global tumbuh 3,2 persen YOY pada 2024, dibandingkan dengan 3,3 persen YOY pada tahun sebelumnya. Year over-year (YOY) adalah istilah untuk membandingkan metrik dari satu tahun dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi AS tetap baik didorong permintaan domestik, sedangkan ekonomi Tiongkok belum kuat dengan pertumbuhan triwulan II-2024 sebesar 4,7 persen YOY, seiring lemahnya permintaan domestik dan berlanjutnya tekanan sektor properti.

Demikian juga disampaikan Bank Dunia dalam Laporan Outlook Ekonomi Dunia edisi Januari 2024. Faktanya, Bank Dunia memperkirakan perekonomian global akan bertahan dari resesi. Selama paruh kedua dekade itu, perekonomian global akan mengalami pertumbuhan terlemah sejak 1990-an.

Ada banyak penyebabnya, yang paling mengejutkan adalah kebijakan moneter yang sangat ketat di negara-negara maju. Suku bunga yang sangat tinggi selama dua tahun terakhir membuat pinjaman untuk modal usaha dan konsumsi makin mahal.

Selain itu, orang juga melihat peningkatan konflik di Timur Tengah, distorsi pasar bahan mentah, dan peningkatan beban utang swasta dan pemerintah diberbagai negara. Itu juga karena pemulihan ekonomi Tiongkok yang jauh lebih lemah dari perkiraan sebelumnya.

Walaupun tampak menurun, infl asi masih sangat kuat dan persisten di banyak negara. Ketika perekonomian global sedang terpuruk, kebijakan fiskal tentunya dapat menjadi kelemahan bagi negara-negara pengekspor komoditas.

Harga komoditas selalu berada dalam siklus kenaikan yang kuat. Ketika negara-negara pengekspor komoditas menikmati harga yang tinggi, mereka biasanya cenderung berpuas diri, ceroboh, dan melakukan pembelanjaan dengan sangat agresif.

Faktanya, banyak negara yang rela berutang dalam jumlah besar karena merasa kaya dan mampu membayarnya. Ciri-ciri itu hadir di Indonesia.

Ketidakpastian ekonomi Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 29 November 2023 memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melandai pada 2024. Di sisi lain, OECD memperkirakan risiko terjadinya hard landing perekonomian global mereda meski tingkat utang masih tinggi dan ketidakpastian suku bunga juga masih bertahan tinggi.

Setelah melandai pada 2024, pada tahun 2025 ekonomi dunia diprediksi tumbuh 3,0 persen. Tiongkok yang menjadi wilalah dengan perekonomian terbesar di Asia, diperkirakan melambat karena terus bergulat dengan gelembung real estat yang pecah dan rendahnya pengeluaran konsumen.

Di zona Euro, pertumbuhan ekonomi diproyeksi meningkat karena Jerman sebagai pemegang ekonomi terbesar di Eropa mampu keluar dari resesi tahun ini.

Pemerintah perlu secara komprehensif menyusun kebijakanntuk memitigasi dampak perlambatan perekonomian global. Menjaga daya beli masyarakat dan bergairahnya iklim dunia usaha perlu dijaga dan ditingkatkan. Upaya untuk meningkatkan target pajak sebesar 40,3 persen perlu tetap memperhatikan kondisi perekonomian dunia dan domestik.

Pada saat ini dunia usaha di dalam negeri justru sangat membutuhkan stimulus fi skal untuk terus berkembang dan terselamatkan dari dampak perlambatan ekonomi global dan regional.

Baca juga  Bulan Depan Harga Eceran Beras Naik Permanen, Ini Penjelasannya !

Tren perlambatan perekonomian global justru perlu direspons dengan kebijakan fi skal yang produnia usaha agar lapangan pekerjaan terus tersedia, pemanfaatan potensi ekonomi menjadi optimal, total output dan produksi nasional memingkat.

Kecepatan dan ketepatan (governance) penyerapan anggaran ABPN-P 2024 akan membantu perekonomian nasional untuk tetap berdaya tahan (resilience). Sektor mulai dari jasa konstruksi, konsultan, besi dan baja, semen, produk-produk petrokimia sampai ke sektor pembiayaan dan jasa asuransi akan terdorong dengan adanya pengerjaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Sebaliknya, keterlambatan penyerapan anggaran dan pengerjaan proyek infrastruktur berarti akan mengurangi golden opportunity dalam menguatkan perekonomian nasional di tengah perlambatan ekonomi global.

Mengingat pembentukan PDB mayoritas dikontribusi oleh konsumsi domestik, proritas nasional untuk menjaga daya beli masyarakat perlu menjadi fokus di tengah perlambatan perekonomian dunia.

Daya beli masyarakat dipengaruhi ketersediaan lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok. Tidak kurang terdapat 65,4 juta unit usaha atau 99 persen bentuk usaha nasional adalah sektor UMKM yang 65,4 juta di antaranya adalah sektor mikro.

Oleh karenanya menjadi makin penting bagi pemerintah pusat maupun daerah, untuk terus meningkatkan aksesibilitas keuangan, peningkatan kemampuan produksi, dan akses pasar bagi sektor UMKM.

Kebijakan alternatif Tidak perlu berkecil hati, Kementerian Keuangan mengungkapkan Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp1.320,7 triliun atau 47,1 persen dari target APBN 2024.

Di sisi lain, realisasi Belanja Negara mencapai Rp1.398,0 triliun atau tumbuh 11,3 persen YOY, terutama dipengaruhi upaya untuk terus menopang berbagai wgenda pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat.

Saat ini ada kebutuhan mendesak untuk kebijakan ekonomi countercyclical untuk melawan tren perlambatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, paket kebijkan ekonomi itu dapat mencegah perlambatan perekonomian nasional lebih lanjut di tengah perlambatan perekonomian regional dan global.

Caranya dengan menjaga daya beli masyarakat, mencegah gelombang PHK, insentif perpajakan untuk meningkatkan semangat industri dan dunia usaha, meningkatkan belanja pemerintah, meningkatkan gaji pegawai negeri, dan fokus pada penguatan ketahanan sektor UMKM.

Kebijakan untuk memitigasi dampak negatif tren pelemaha dunia usaha dan daya beli masyarakat harus segera dilaksanakan.

Tantangan saat ini berbeda dengan krisis ekonomi pada 2011. Kedua krisis itu disebabkan gejolak eksternal akibat memburuknya kinerja perekonomian negara-negara maju, namun kini telah berubah seiring membaiknya perekonomian AS yang menyebabkan ketidakstabilan pasar keuangan dan likuiditas global.

Pemerintah perlu melibatkan komunitas bisnis untuk meningkatkan efektivitas pengembangan kebijakan yang mereka keluarkan. Banyak asosiasi industri seperti Kadin, Apindo, Hipmi dan Hippi harus diajak berkoordinasi untuk mengembangkan kebijakan yang paling tepat dan terukur.

Sejumlah langkah telah dilakukan, antara lain langkah untuk mengurangi tekanan infl asi melalui penyesuaian suku bunga, langkah untuk memperkuat ketahanan sistem perbankan, dan langkah untuk mencegah dampak global krisis terhadap kelancaran fungsi sistem pembayaran nasional.

Pencegahan perlambatan ekonomi dicegah oleh BI untuk mencegah risiko sistemik dari krisis ekonomi global, serta memperkuat ketahanan ekonomi.

ERIC HERMAWAN
Pemerhati Ekonomi dan
Staf Pengajar STIAMI
Jakarta

erichermawan83@gmail.com

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Tags: ekonomi
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Kota Bandung

Sambut Bulan Suci BRI, Pemkot Bandung & IPBM Gelar “NOORRAMADHAN 2026”

Rabu, 11 Februari 2026
Legacy of Love & Inspiration 50 Tahun dalam Kenangan Nike Ardilla
Entertainment

Legacy of Love & Inspiration 50 Tahun dalam Kenangan Nike Ardilla

Sabtu, 27 Desember 2025
Liputan Khusus – Hari Santri Nasional 2025 PAC Fatayat NU Cimahi Utara
Uncategorized

Liputan Khusus – Hari Santri Nasional 2025 PAC Fatayat NU Cimahi Utara

Senin, 3 November 2025
Ekonomi

Peluang dan Tantangan Ketahanan Pangan Global

Rabu, 8 Oktober 2025
Olahraga Cepat tapi Berdampak Besar Bagi Kesehatan
Kesehatan

Olahraga Cepat tapi Berdampak Besar Bagi Kesehatan

Rabu, 6 Agustus 2025
TAMU KITA – Unjuk Kabisa
Uncategorized

TAMU KITA – Unjuk Kabisa

Selasa, 5 Agustus 2025

Info Terbaru

Harmoniaga Ramadhan : ” Mengenal Lebih Dekat Produk Mustopa Kentang Juara Eka Sari “

Harmoniaga Ramadhan : ” Mengenal Lebih Dekat Produk Mustopa Kentang Juara Eka Sari “

Jumat, 20 Februari 2026
Manusia Membingungkan

Manusia Membingungkan

Jumat, 20 Februari 2026
Ramadhan Minim Sampah: 283 Peserta Ikuti Webinar HPSN 2026 Dorong Aksi Keluarga Jawa Barat Hadapi Darurat Sampah

Ramadhan Minim Sampah: 283 Peserta Ikuti Webinar HPSN 2026 Dorong Aksi Keluarga Jawa Barat Hadapi Darurat Sampah

Jumat, 20 Februari 2026
Dibalik Lagu Tak Harus Sempurna – menjadi manusia #TakHarusSempurna

Dibalik Lagu Tak Harus Sempurna – menjadi manusia #TakHarusSempurna

Kamis, 19 Februari 2026

Video

  • All
  • Video
Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Senin, 2 Februari 2026

Video: Tabligh Akbar bersama Ustadz. Abdul Somad di Masjid Trans Studio Bandung

Selasa, 27 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

Senin, 26 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

Minggu, 25 Januari 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist