Gempa bumi berkekuatan 5,6 skala Richter yang menimpa Cianjur dan sekitarnya, telah memporak-porandakan rumah-rumah dan berbagai fasilitas bangunan lainnya seperti kantor desa, masjid, pondok pesantren, dsb.

Masih berlangsungnya gempa susulan yang menggetarkan Cianjur disertai hujan, membuat warga Cianjur tak berani kembali ke rumah. Mereka ada yang mengungsi ke rumah saudaranya, ke tetangganya yang rumahnya tidak terdampak, ada juga yang memilih mengungsi dan hidup di tenda-tenda seadanya. Kehidupan mereka memprihatinkan, selain tenda yang terbuat dari terpal yang sudah aus dan berlubang atau sobek, juga mereka kekurangan banyak kebutuhan pokok mulai dari pakaian seadanya, ketiadaan makanan dan sumber air bersih. Mereka tidur berhimpitan di dalam tenda dalam kedinginan bahkan ada yang rela tidur bersama mayat yang belum bisa dikubur dikarenakan ketiadaan kain kafan.
Berangkat dari keprihatinan yang dihadapi warga korban gempa yang amat memprihatinkan itu, PPLIPI DPW Jawa Barat mendirikan posko bantuan korban gempa bumi Cianjur. Posko pertama didirikan oleh PPLIPI DPC Cianjur yang terletak di Jl. Graha Pratama Estate Cianjur yang berfungsi juga sebagai dapur umum.
Yang kedua adalah Posko di Kp.Garogol Desa Panunbangan Kecamatan Cugenang yang dibangun bersama para relawan dari pribumi warga Cianjur dan yang tinggal di Bandung. Bantuan terpal dari PPLIPI itu oleh relawan dan warga dijadikan Posko PPLIPI yang nantinya bisa menampung bantuan dari berbagai pihak baik organisasi maupun komunitas.

“Bantuan yang dari posko utama itu nantinya akan disalurkan ke desa-desa yang belum tersentuh atau jarang mendapat bantuan karena selain terpencil dan jauh letaknya, juga sulitnya Medan jalan yang dilalui”, jelas Lies Jadi dari Komisi Sosial PPLIPI DPW Jabar.
Lies Hadi mengatakan, PPLIPI merasa prihatin melihat kondisi warga di pengungsian.oleh karena itu bantuan yang berupa sembako, peralatan mandi, perlengkapan bayi, susu, tenda, mie instan, selimut, handuk, dsb. itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Mudah-mudahan ke depan kami masih bisa mengusahakan lagi bantuan untuk para keluarga yang mengungsi di tenda”, tambah Lies Hadi yang datang bersama team PPLIPI DPC Tasikmalaya.
Sebagaimana diketahui, PPLIPI yang kepanjangan dari Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia adalah organisasi sosial yang diketuai oleh Lina Marlina Ruzhan, istri Wagub Jabar.
Sementara itu menurut Ustad Paeruzillah yang Wakil Bendahara MDI pusat sebagai koordinator relawan di Cianjur pihaknya siap menerima bantuan dari mana pun dan siap menyalurkan bantuan itu ke kantong-kantong pengungsi yang terpencil dengan menggunakan armada 9 mobil pick up dan 25 motor.













