• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Kamis, 22 Januari 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Ragam

Petani Milenial: Berwirausaha Perlu Ilmu, Tak Cukup Bermodal Adrenalin

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Kamis, 29 September 2022
in Ragam
0 0
Petani Milenial: Berwirausaha Perlu Ilmu, Tak Cukup Bermodal Adrenalin

Persawahan terasering di Sukomakmur, Magelang, Jawa Tengah. Saat ini muncul petani milenial di Tanah Air yang optimis berwirausaha pertanian memberi hasil yang menjanjikan dengan mengandalkan ilmu dan pendidikan yang cukup. (Foto: VOA)

Mereka yang berusia muda dan menggeluti sektor pertanian hingga kini mungkin masih dipandang sebelah mata. Namun, para petani milenial itu menyatakan dengan mengandalkan ilmu dan pendidikan yang cukup, berwirausaha pertanian memberi hasil yang menjanjikan dan membawa mimpi-mimpi besar berikutnya.

Harmonionline.net-Mengikuti kelas malam di sekolah bisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB), seharian mengawasi kebunnya di kawasan Warungkondang, Cianjur dan menerima pengunjung serta tamu-tamu yang ingin mengajak berkolaborasi. Begitulah kesibukan petani milenial Sandi Octa Susila pada salah satu akhir pekannya baru-baru ini.

Lelaki kelahiran 1991 ini mulai berwirausaha tani ketika kuliah semester 5 di IPB. Tahun 2015, ia memasarkan produk-produk hortikultura di indotrading.com di bawah bendera Mitra Tani Parahyangan. Sandi, yang kini mengelola lebih dari 120 hektare lahan milik pribadi dan milik 385 petani binaannya,

Petani milenial Sandi Octa Susila. (Foto: Dok Pribadi)
Petani milenial Sandi Octa Susila. (Foto: Dok Pribadi)

“Juga (bergerak) di hilir untuk modern market, lalu punya toko sendiri, punya olahan aneka sambal, aneka bakso, juga peternakan,” ungkapnya.

Rizal Fahreza sebaya dengan Sandi. Berlatar belakang keluarga petani dan pendidikan tinggi di IPB, selepas kuliah ia mendapat kesempatan mengenyam sejumlah simposium dan kursus singkat pertanian di luar negeri. Ini membuatnya berpikir untuk kembali ke kampung halamannya, Garut, dan lebih serius menekuni bidang pertanian.

Pada tahun 2014, ia merintis budi daya jeruk, disusul dengan komoditas cabe. Kini, untuk mengembangkan usahanya, ia masih membutuhkan lahan yang lebih luas dari sekitar 65-70 hektare lahan milik pribadi dan para petani, yang telah dikelolanya. Di bawah payung perusahaan EPTILU (Fresh From Farm), selain melanjutkan usaha tani jeruknya, pada 2017 ia membuka agro edu wisata kebun jeruk, serta Center Of Training & Education Youth Agripreneur.

Kementan Berdayakan Petani Muda

Sandi dan Rizal adalah bagian dari Duta Petani Milenial. Ini adalah salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menciptakan sosok idola yang nyata bagi petani muda.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan Idha Widi Arsanti. (Foto: Dok Pribadi)
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan Idha Widi Arsanti. (Foto: Dok Pribadi)

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan Idha Widi Arsanti mengatakan, ketika diluncurkan pada tahun 2019, Kementan menetapkan 21 Duta Petani Milenial. Tahun berikutnya, 67 duta dan tahun 2021 Presiden Jokowi melantik 2.213 duta dari 34 provinsi.

Ia memandang upaya menciptakan figur Duta Petani Milenial telah berperan dalam segera mengubah pola pikir anak-anak muda, yang semula menganggap petani sebagai pekerjaan kotor, tanpa masa depan dan tanpa pendapatan memadai.

Saat ini, petani muda jumlahnya 30% dari petani secara keseluruhan.

“Dua tahun yang lalu, saat belum ada program pengembangan petani milenial, proporsinya 20%.”

Duta petani milenial. (Foto: Dok Pribadi)
Duta petani milenial. (Foto: Dok Pribadi)

Pentingnya Ilmu dan Pendidikan

Hasil survei terbaru lebih menggembirakan lagi bagi Idha. Dua tahun silam, anak-anak muda yang mau menjadi petani, sebagian besar berlatar belakang pendidikan SMA. Kini, sebagian besar dari mereka berlatar belakang pendidikan S1.

Ia berharap ini dapat dipertahankan. Sarjana, lanjutnya, sudah cukup kedewasaannya, telah menjalani proses pembelajaran selama pendidikan di perguruan tinggi dan cukup tangguh untuk memulai usaha pertanian yang berkelanjutan. Namun, lanjutnya, mereka yang tidak memiliki pendidikan formal tinggi dapat menutupnya dengan mengikuti pelatihan.

Rizal juga mendasarkan pada ilmu saat merintis usahanya. Selain melihat pasar, ia memulai usahanya dengan “Apa yang saya tahu dulu, yang saya pelajari dulu di IPB, sehingga ketika saya merintis berdasarkan ilmu pengetahuan, ketika ada kesalahan, ada faktor koreksi untuk saya evaluasi.”

Petani milenial Sandi Octa Susila. (Foto: Dok Pribadi)
Petani milenial Sandi Octa Susila. (Foto: Dok Pribadi)

Pendidikan yang tinggi mengembangkan cara berpikir yang ampuh dalam menemukan solusi masalah, lanjutnya.

Sandi memutuskan usaha untuk masa depannya setelah membaca data pertumbuhan sektor pertanian 12,59%, lebih tinggi daripada sektor-sektor lain. Kepada para petani milenial lainnya, Sandi mengingatkan, “Keliru kalau menganggap bahwa usaha itu cukup dengan adrenalin karena mereka seorang risk taker, ciri seorang pengusaha.”

Tidak benar juga bila dikatakan berwirausaha tidak memerlukan pendidikan tinggi. Wirausahawan, lanjutnya, harus mampu mengalkulasi dengan ilmu.

Berkat menggabungkan teori dan empiris selama menjalankan usahanya, Sandi merasakan percepatan usaha yang pesat. Karena itulah baginya, batas minimum ilmu yang harus dimiliki adalah pendidikan yang setinggi-tingginya.

Proyek Baru

Mengenang pengalamannya merasa ‘sendirian’ tanpa uluran tangan berbagi ilmu sewaktu memulai usahanya, Sandi kemudian mendirikan lembaga pelatihan. Ia bercita-cita meluaskan target pesertanya.

“Kalau yang datang kemarin itu hanya orang-orang yang berpendidikan, pensiunan, orang yang sudah berpikir pertanian itu bonafide, saya ingin menyasar ke TK, SD, dan SMP dengan cara membuatnya menarik, dengan agro edu wisata.”

Duta petani milenial. (Foto: Dok Pribadi)
Duta petani milenial. (Foto: Dok Pribadi)

Sekarang ini, bekerja sama dengan PTP VIII, ia menyiapkan proyek agro edu wisata di Cianjur sebagai inovasinya awal 2023. Pengunjung nantinya antara lain mendapat pengalaman panen di kebun, mengikuti pelatihan, menikmati suasana di tengah perkebunan teh dan pohon-pohon pinus di ketinggian dengan pemandangan kota Cianjur dan Sukabumi di bawahnya.

Sementara itu Rizal, yang belum sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, kini sibuk mengimplementasikan apa yang ia pelajari dari berbagai kursus singkat yang rajin diikutinya.

Salah satunya, setelah mempelajari teknologi rumah kaca di AS, adalah mengembangkan rumah kaca untuk memproduksi tanaman secara efisien dengan precision farming. Rumah kaca yang ia rencanakan untuk diluncurkan pada tahun ini juga akan menjadi salah satu yang terbesar dan tercanggih di Garut.

Semua petani yang bergotong royong dalam panen di kawasan Sukomakmur, Magelang, berusia lebih dari 40 tahun. (Foto: VOA/Nurhadi)
Semua petani yang bergotong royong dalam panen di kawasan Sukomakmur, Magelang, berusia lebih dari 40 tahun. (Foto: VOA/Nurhadi)

Prospek Wirausaha di Sektor Pertanian

Lantas seberapa optimistiskah mereka dalam menekuni sektor pertanian?

Rizal mengingatkan tentang ketangguhan sektor pertanian. “Di saat pandemi kemarin kan, hanya sektor pertanian yang tumbuh sebagian besar positif, sementara sektor lain ambruk,” tuturnya.

Sementara itu, Sandi menyatakan selama manusia hidup dan membutuhkan makanan, maka bisnis pertanian tidak akan mati. Untuk menggapai mimpi besar Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045, ia mengingatkan generasi milenial,“… ketika benar kalian melangkah hari ini, dengan berjejaring, belajar bersama-sama, mencari mentor, perhatian terhadap sektor pertanian, based on scientific, mimpi-mimpi yang diinginkan negara semakin mudah terwujud,” tandasnya.

Lantas kapan saat yang tepat untuk menjadi pengusaha pertanian milenial? Idha menegaskan, “Sekarang juga, jangan ragu-ragu, jangan ditunda-tunda. Karena kita punya kesempatan yang cukup banyak, lingkungan kewirausahaan pertanian yang cukup kondusif. Banyak mitra atau rekan yang dapat diajak bersama-sama mengembangkan usaha.” [uh]

Sumber : VOA Indonesia

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Ragam

Ketika Komunikasi Kehilangan Martabat

Jumat, 19 Desember 2025
Ragam

Pelan Bukan Berarti Tertinggal: Menemukan Makna Hidup Lewat Konsep Slow Living

Kamis, 23 Oktober 2025
Ragam

Smart Spending: Cara Anak Muda Mengatur Keuangan tanpa Harus Mengorbankan Gaya

Kamis, 9 Oktober 2025
Ragam

5 Tanaman Hias Cantik yang Cocok untuk Memperindah Rumahmu

Rabu, 8 Oktober 2025
Ragam

Generasi Muda dan Perannya dalam Melestarikan Batik di Era Modern

Jumat, 3 Oktober 2025
Ragam

Batik Cimahi: Warisan Budaya, Alam dan Militer yang Menyatu dalam Kain

Jumat, 3 Oktober 2025

Info Terbaru

Peta wilayah potensi hujan lebat Indonesia Januari 2026

Waspada! Daftar Wilayah Terancam Cuaca Ekstrem BMKG hingga Akhir Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Sejarah Baru! Julian Johan Tembus 5 Besar Dunia di Rally Dakar 2026, Shammie Zacky Juarai Etape

Sejarah Baru! Julian Johan Tembus 5 Besar Dunia di Rally Dakar 2026, Shammie Zacky Juarai Etape

Rabu, 21 Januari 2026

Hadiri Tabligh Akbar bersama Ust. Abdul Somad di Masjid Agung Trans Studio Bandung

Senin, 19 Januari 2026
Duta Seni Indonesia 2026

Duta Seni Indonesia 2026

Senin, 19 Januari 2026

Video

  • All
  • Video
Duta Seni Indonesia 2026

Duta Seni Indonesia 2026

Senin, 19 Januari 2026
Sambut Ramadhan Bersama Yayasan Bani Hasyim & PWRI : Pemeriksaan Mata & Pemberian Kacamata Gratis Difasilitasi Lions Club dan Mutiara Optik

Sambut Ramadhan Bersama Yayasan Bani Hasyim & PWRI : Pemeriksaan Mata & Pemberian Kacamata Gratis Difasilitasi Lions Club dan Mutiara Optik

Kamis, 15 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS – Legacy of Love & Inspiration 50 Tahun dalam Kenangan Nike Ardilla

LIPUTAN KHUSUS – Legacy of Love & Inspiration 50 Tahun dalam Kenangan Nike Ardilla

Rabu, 31 Desember 2025
Liputan Peresmian & Serah Terima Rumah Singgah Masjid Fathul Ummah Metro Bandung

Liputan Peresmian & Serah Terima Rumah Singgah Masjid Fathul Ummah Metro Bandung

Sabtu, 20 Desember 2025
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist