Paguyuban pedagang Pacim aktifkan Koperasi pedagang pasar cimindi untuk membantu pedagang dalam mendapatkan pinjaman dana, tabungan, da njuga penyediaan barang. Koperasi ini sudah berdiri sejak tahun 2014 namun sempat tidak akiff arena berbagai persoalan dan setelah terbentuknya paguyuban tsb baru koperasi ini diaktifkan kembali secara mandiri oleh para pengurus di bawah naungan paguyuban
Ketua Koperasi pedagang pacim, Suroto kepada tim Harmoni Network menjelaskan bahwa anggota koperasi saat ini terus bertambah

“anggotanya semakin meningkat, dan semakin percaya dengan pengurus”. Ia menambahkan Koperasi ini berjalan secara mandiri “Tidak ada pihak lain yang turut ikut campur, hanya warga pasar sendiri yang membantu pak” ujar Suroto.
Sementara skema pinjaman yang ditawarkan oleh Koperasi pedagang pacim ini bias sampai 5.000.000 dalam jangka duabulan, dengan bunga 2,5%. Seperti yang disampaikan oleh kordinator lapangan Deden “Kalau masa sekarang maksimal 5.000.000, dalam jangka dua bulan. Banyak juga pedagang yang mau cepat, tapi kebijakan koperasi minimal 2 bulan”.
Sementara itu pedagang yang ada di Pasar Cimindi merasakan benefit dari adanya Panguyuban dan Koperasi ini. Seperti yang dikatakan oleh Hengki, salah satu pedagang kelontong di Pasar Cimindi. “Dengan adanya panguyuban ini jadi lebih mudah apabila ada masalah di pasar, kalau ada masalah ada yang menyampaikan ke atas (Pengelola – red)”. Ia juga menambahkan dengan adanya koperasi sangat membantu untuk mendapatkan modal “Sangat membantu mas, jadi bias berkembang secara segi perdagangan” ujarnya.
Ditempat yang sama ketua Panguyuban Pasar Cimindi Asep Rohendi (Jefri), menjelasaan sejak dibentuknya Panguyuban Pedagang Pacim ini tahun 2018 hingga saat ini sudah beranggotakan hampir 250 orang pedagang dan dengan adanya paguyuban ini salah satunya untuk membantu pengelola pasar dalam kegiatan jual beli di pasar Cimindi, dan memfasilitasi pedagang

“Salah satu inti dari didirikannya Panguyuban itu untuk membantu pihak pengelola pasar, untuk membantu kelancaran berniaga di pasar Cimindi. Selain mengatur harga – harga juga membantu untuk memfasilitasi pedagang. Yang mana ada arus balik antara pedagang, dan pengelola pasar. Kalau ada saran atau apa nanti kita sampaikan ke pihak pengelola pasar. Jadi kami juga berperan sebagai penyambung lidah pedagang”.
Dan menurut jefri Panguyuban ini tidak hanya menjadi tempat silaturahmi, namun juga untuk menggali potensi dari pasar cimindi. “Selain menjadi tempat untuk bersilaturahmi (diskusi, berniaga, Pembagiansembako – red) juga untukm enggali potensi – potensi yang ada di pedagang, bagaimana kita gali dengan motto kami ti urang ka urang keur urang. Intinya dari potensi apa yang bias kita gali terus kita proses dan kita kembalikan lagi kepada pedagang” ujarnya.
Selain menjadi penyambung lidah pedagang, Panguyuban ini juga memberikan benefit bagi anggotanya, dengan hanya membayar iuran sebesar Rp .2.000 setiap harinya Panguyuban memberikan beberapa benefit kepada anggota. diantaranya: paket sembako, santunan ketika sakit, pemberian barang. “Contohnya ketika awal tahun kita member kalender, ketika lebaran kita member sembako juga parsel lebaran. Setiap Agustus selain mengadakan acara kita juga membagikan kaos, jacket. Bagi anggota panguyuban yang sakit kita memberikan santunan sebesar Rp. 200.000 sekali sakit, dalam jangka waktu satu tahun, dan santunan meniggal Rp. 400.000” Jelasnya.
Dirinya mengklaim bahwa terobosan program tsb hanya ada di paguyuban pedagang pacim ini. “Saya bukan sombong, tetapi jangankan di Cimahi, di Jawa Barat saja belum ada Panguyuban seperti kami,.Biasanya hanya pengurus yang merasakan benefit, namun kita kembalikan semua keanggota” tambahnya.
Kelancaran dan keberlangsungan paguyuban dan koperasi pedagang pacim ini tidak terlepas dari pengawas pasar cimindi yang selalu berkoordinasi dengan para pengurus untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di pasar cimindi hal ini diakui oleh pengawas pasar Uay Suhaya “tentunya kami mengawasi internal baik paguyuban dan koperasi yang berada di bawah naungan paguyuban ini” ketika ada persoalan di paguyuban dan koperasi,menurut Bah Uay pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus untuk mencari jalan keluarnya”saya sebagai pengawas sekecil apapun kendala dilapangan tentu saja kami akan diskusikan dengan pengurus untuk mencari jalan terbaik” pungkas Uay

Perlu diketahui keberadaan pasar cimindi ini berada di Jl. Mahar Martanegara No.65, Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawabarat tim Harmoni Network menemukan catatan Rencana revitalisasi PasarCimindi, yang telah bergulir sejak 2015 namun hingga tahun 2022 ini batal terealisasi. Pasalnya bantuan anggaran yang diajukan Pemkot Cimahi tidak di akomodir oleh pemerintah pusat maupun PemprovJabar.akankah rencana revitalisasi pasar tsb dilanjutkan??? (AG)
(TiimLiputan: AG)














