Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya memberikan masukan dan harapan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Jawa Barat (Jabar) yang jatuh pada hari Jumat 19 Agustus 2022. Inilah harapannya yang disampaikan saat menghadiri undangan dari RRI Bandung pada Kamis (18/8).
Pria yang akrab disapa Gus Ahad, memberikan masukan terhadap provinsi Jabar. Pertama, Dia (Gus Ahad) mengungkapkan, perekonomian harus diperhatikan, terutama pada masyarakat yang terpuruk terdampak pandemi Covid-19.
“Anggaran untuk sektor perekonomian kita bisa maksimalkan ditahun ini, kita berikan dana-dana untuk yang terpuruk-terpuruk ini supaya bisa bangkit kembali. Seharusnya pemerintah terlibat di sana, tapi anggarannya kecil. Kadang-kadang bantuan volumenya gak pantas,” ujarnya.
Kedua, Dia memperhatikan pada tingkat pengangguran. Menurutnya, angka pengangguran di Jabar juga harus diperhatikan, karena persaingan yang ketat. Meskipun, tersedianya ada kontribusi dari Bank BJB, menurutnya masih sangat kurang untuk mencakup semuanya.
Gus Ahad menjelaskan, masyarakat yang menganggur terutama pada golongan millenial diperlukan adanya pelatihan, terutama pada bidang pertanian, karena masih sangat sedikit untuk program petani millenial.
Kemudian, adanya masukan pada bagian infrastruktur. Menurutnya, anggaran infrastruktur angkanya harus normal kembali. Pasalnya, banyak anggaran infrastruktur sampai ke desa, masih banyak yang dialihkan untuk fokus pemulihan ekonomi.
“Anggaran untuk penanganan bencana juga masih kecil, mengandalkannya kepada dana tak terduga. Karena, ketika ada terjadi sesuatu kadang-kadang yang lumpuh jalur penghubungnya,” paparnya.
Terakhir, Gus Ahad terus memperjuangkan nasib tenaga honorer dari sektor pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Gus Ahad berpesan, jika ada dana anggaran lebih bisa dialihkan guna menggaji para P3K di Jabar.
Tentunya, di Hari Ulang Tahun ke-77 Jawa Barat, Gus Ahad berharap, agar Jawa Barat saling bahu membahu untuk membangun Jawa Barat. Terutama, harus menghilangkan kesenjangan dan ego segi sektoralnya masing-masing.












