Bandung, Berita Komunitas ; Perkumpulan Gerakan Cinta KesenianTradisional Banyumasan Bandung Raya atau ‘Genta Sentramas Baraya’ akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) II, di Bandung Minggu (20/03/22). Tema Mubes II adalah Konsolidasi Organisasi, Mengedepankan & memajukan Seni Budaya Banyumasan Sebagai Identitas Kebangsaan, Optimalkan Digitalisasi. Hal itu dikatakan Ketua Umum Genta Sentramas Baraya – Sutarno AJS, Sabtu 19/03/22.
Pemilihan tema itu dianggap penting dan strategis bagi Genta Sentramas Baraya, lantaran sebagai sebuah organisasi yang belum genap berusia satu dasawarsa, kehadirannya menjadi “medan magnet” bagi para pegiat seni, pemerhati, penikmat dan bahkan praktisi seni budaya Banyusan di Bandung Raya, namun, disadari organisasi belum sepenuhnya mampu memberdayakan dirinya.
“Diperlukan konsolidasi yang memungkinkan terbangunnya sebuah kekuatan antara individu atau kelompok, sebagai upaya untuk menciptakan iklim kerjasama yang sehat, berfungsi memperkuat sebuah hubungan”, tegas Sutarno.
Menurutnya, Genta Sentramas, tak hanya sebuah organisasi namun sebuah rumah besar bagi penciptaan peradaban seni dan budaya, yang perlu mengkonsolidasi diri, guna mengukuhkan cita – cita yang telah dideklarasikan pada 2017 yakni, mengedepankan dan memajukan seni budaya Banyumasan.
“Nah makanya, kini dengan adanya kami miliki sanggar seni budaya sendiri, kecintaan pada seni itu harus berwujud praktek langsung dan menghasilkan karya, tak hanya semangat melestarikan, mengapresiasi seni budaya, namun juga pewarisan kepada generasi penerus. Karenanya, dengan Mubes ini, akan dibicarakan lebih mendalam sehingga bisa menjadi pengutan program kerja kepengurusan berikutnya,” lanjut Sutarno.
Disisi lain dijelaskannya, pada saat yang sama, digitalisasi harus menjadi bagian yang digeluti sebagai sebuah entitas modern, karena kemudahan akses Teknologi Informasi (TI) atau Information Technology (IT). Digitalisasi, adalah keharusan demi melanggengkan dan transformasi informasi bagi anak cucu, generasi penerus, memahami sebuah peradaban yang dilakukan oleh pendahulunya.
Sementara Ketua Pelaksana – Susanto menjelaskan, Musyawarah Besar II, yang digelar di Sanggar Seni Budaya Genta Sentramas Baraya Jalan BKR 127 Kota Bandung diselenggarakan atas dasar regulasi yang berlaku di Republik Indonesia, dan mengacu pada Anggaran Dasar (AD) BAB VII Pasal 18 mengenai Rapat Organisasi, dan Anggaran Rumah Tangga (ART) BAB VII Pasal 19 mengenai Musyawarah Besar.
“Karena masih dalam kondisi transisi pandemi ke endemic covid-19, peserta Mubes dibatas dari unsur Dewan Pembina, unsur Kepengurusan dan anggota serta unsur peninjau. Semua dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan’, tandas Susanto.
SEPINTAS GENTA SENTRAMAS BARAYA
Perkumpulan Gerakan Cinta KesenianTradisional Banyumasan Bandung Raya disingkat ‘Genta Sentramas Baraya’ adalah organisasi sosial masyarakat bidang Seni Budaya. Organisasi ini di deklarasikan di Aula Fisip Unpad Jl. Bukit Dago Utara No.25 Kota Bandung, pada hari Minggu Pon, 19 Maret 2017, dimotori oleh tokoh – tokoh masyarakat, budayawan, akademisi, seniman tradisional, paguyuban dan komunitas Banyumasan yang berdomisili di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. Organisasi itu telah berbadan hukum dan telah di-sahkan oleh Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI.
Beragam kegiatan pelestarian dengan merawat Seni Budaya khususnya Kesenian Tradisional Banyumasan yang berasal dari Wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascapkeb) dilakukan secara gigih. Diantaranya Gelar Budaya Banyumasan dipersembahkan untuk Hari Juang Kartika TNI AD pada Sabtu 16 Desember 2017 yang dimeriahkan dengan Fragmen Wayang Orang, Seni Thek Thek/ Kenthongan, Seni Karawitan, Bazaar UKM, dan dipuncaki Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk gagrak Banyumasan, dengan lakon “BAWOR DUTA” bersama Dalang Ki Eko Suwaryo.
Saat Genta Sentramas Baraya peringati ulang tahunnya ke-2, menggelar Gebyar Budaya Tepung Taun – 2 Tahun, di Lapang Rajawali Jln.Gator Subroto Cimahi, Sabtu 09 Maret 2019. Mempersembahkan ; Pagelaran Wayang Kulit Dalang Ki Guntur Riyanto dengan lakon Kresna Gugah. Dimeriahkan ; wayang golek, fragmen wayang orang, seni kethoprak, lengger banyumasan, seni kenthongan, bazar ukm dan UMKM, serta stan komunitas / paguyuban. Peringatan tahun ke 3 batal diselenggarakan, lantaran memuncaknya Covid 19.
Peringatan Tepung Taun – 4 Tahun Genta Sentramas Baraya di Taman Ciwangun Indah Camp (CIC) Parongpong Kabupaten Bandung Barat, Minggu 21 maret 2021. Selain pagelaran, organisasi ini juga mendirikan dan meresmikan Sanggar Seni & Budaya Tradisional di Jl BKR 127 Bandung, Minggu 31 Oktober 2021. (gpwk_bw)














