• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Senin, 23 Februari 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Entertainment

Film “Riki the Rhino” Suarakan Jeritan Hati Satwa Langka

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Senin, 24 Februari 2020
in Entertainment
0 0
Film “Riki the Rhino” Suarakan Jeritan Hati Satwa Langka

Karakter Riki si badak Sumatra (kanan), Beni si bebek (tengah), dan Rara si harimau Sumatra (kiri). Satwa badak dan harimau SUmatra adalah dua dari sejumlah satwa terancam punah yang diangkat dalam film ini. (Courtesy: Batavia Pictures/Riki Rhino)

Animasi “Riki the Rhino”, yang akan tayang 27 Februari, mengangkat kisah badak yang culanya diambil oleh pemburu. Bergenre drama komedi, film ini ingin sebarkan pesan pelestarian satwa.

Bandung -Jawa Barat, Film ini berfokus pada pengalaman Riki, seekor badak Sumatera, yang culanya diambil oleh pemburu bernama Mr. Jak. Bersama seekor bebek, Riki pun berpetualang dari Sumatera hingga Kalimantan. Mereka mencari tabib untuk menumbuhkan kembali cula Riki yang hilang.

Selama perjalanan, para satwa harus melawan kelompok pemburu dan melindungi hutan habitat mereka.

Produser film, Genesis Timotius, mengatakan animasi ini mengambil sudut pandang alamiah satwa.

“Mungkin kalau kayak Kungfu Panda, pandanya geraknya seperti manusia, akan relatif lebih mudah dan bisa disesuaikan. Cuma karena kita ingin mengangkat satwa-satwa langka Indonesia, jadi secara tampilan dan juga pergerakannya kita harus semirip mungkin dengan aslinya,” ujarnya dalam konferensi pers di Bandung, (21/2) malam.

Dalam film, para satwa harus melawan kelompok pemburu dan melindungi hutan habitat mereka. (Courtesy: Batavia Pictures/Riki Rhino)
Dalam film, para satwa harus melawan kelompok pemburu dan melindungi hutan habitat mereka. (Courtesy: Batavia Pictures/Riki Rhino)

Diproduksi seluruhnya di tanah air, film ini rampung dalam 4,5 tahun. Waktu itu termasuk riset 6 bulan ke konservasi gajah di Way Kambas, Lampung.

Film ini disutradarai Erwin Budiono dan suara para karakternya diisi oleh aktor-aktris seperti Hamish Daud, Ge Pamungkas, Aurel Hermansyah, dan Mo Sidik.

Selain badak Sumatera, film animasi ini juga menampilkan karakter harimau Sumatera, bekantan, elang Jawa, dan orang utan. Satwa-satwa tersebut saat ini berstatus terancam kritis (critically endangered).

Animasi Sebarkan Pesan Pelestarian Satwa

Lewat kisah yang diangkat, film ingin menyampaikan pesan pelestarian satwa kepada masyarakat. Menurut pengisi suara elang Jawa, Ridwan Kamil, film ini mampu menyindir orang-orang.

“Terkait orang yang masih menganggap alam lingkungan itu seolah-olah harus melayani gaya hidup manusia yang kadang-kadang nggak ada batasnya. Jadi nggak ada penghargaan terhadap keseimbangan alam,” ujar Gubernur Jawa Barat ini dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, penulis naskah Cassandra Massardi, berupaya memasukkan isu konservasi ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi emang kita main persoalan yang—supaya orang bisa berempati—kita mengambil secara psikologis. Masalah sehari-hari manusia juga. Supaya kita lebih relate,” jelasnya kepada VOA.

Penulis skenario Cassandra Massardi (tengah) berupaya memasukkan isu konservasi ke kehidupan sehari-hari. (VOA/Rio Tuasikal)
Penulis skenario Cassandra Massardi (tengah) berupaya memasukkan isu konservasi ke kehidupan sehari-hari. (VOA/Rio Tuasikal)

Pendekatan itu, dia harap, dapat menumbuhkan empati di hati para penonton.

“Kita tuh bisa berempati lah, gitu. Karena ini bukan cuma sekedar kece, bukan sekadar tontonan, atau mungkin orang tahunya binatang tuh dari kebun binatang gitu. Padahal mereka ini makhluk hidup yang punya perasaan,” tegasnya.

Cassandra ingin anak-anak yang menonton film ini akan tumbuh jadi pribadi yang menghormati lingkungan.

“Dari kecil mereka sudah bisa berempati, harapannya mereka saat dewasa, (jika) membuat keputusan yang mempengaruhi lingkungan hidup mereka akan lebih bijaksana,” harapnya.

Film ini diproduksi ketika konflik satwa dan manusia terus bermunculan akibat hilangnya habitat alami.

Pada penghujung tahun 2019, sedikitnya ada tujuh kasus serangan harimau Sumatera di Sumatera Selatan. Dalam tujuh kasus tersebut, lima orang tewas, dua lainnya luka-luka.

Sementara bagi populasi badak Sumatera, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Aceh menjadi benteng terakhir habitat alami. Badak Sumatera di kawasan TNGL diperkirakan saat ini tidak lebih dari 30 individu. [rt/ii]

Sumber : VOA Indonesia

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Dibalik Lagu Tak Harus Sempurna – menjadi manusia #TakHarusSempurna
Entertainment

Dibalik Lagu Tak Harus Sempurna – menjadi manusia #TakHarusSempurna

Kamis, 19 Februari 2026
Talent Show Duta Pendidikan Jawa Barat 2026
Entertainment

Talent Show Duta Pendidikan Jawa Barat 2026

Rabu, 11 Februari 2026
Entertainment

Peringatan 50 Tahun dalam Kenangan Nike Ardilla: Legacy of Love Inspiration

Kamis, 1 Januari 2026
Legacy of Love & Inspiration 50 Tahun dalam Kenangan Nike Ardilla
Entertainment

Legacy of Love & Inspiration 50 Tahun dalam Kenangan Nike Ardilla

Sabtu, 27 Desember 2025
Entertainment

Epy Kusnandar Pemeran Kang Mus “Preman Pensiun” Meninggal Dunia

Rabu, 3 Desember 2025
Entertainment

NN Jabar Sukser Gelar Pasanggiri Nasyid & “Konser di Langit Malam” Panji Sakti

Selasa, 18 November 2025

Info Terbaru

Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Topisang

Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Topisang

Senin, 23 Februari 2026
Ikuti Kajian MT TC – 8

Ikuti Kajian MT TC – 8

Senin, 23 Februari 2026
Ikuti Kajian MT Uswatunnisaa Darul Hikam

Ikuti Kajian MT Uswatunnisaa Darul Hikam

Senin, 23 Februari 2026
Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Rens Kedai

Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Rens Kedai

Senin, 23 Februari 2026

Video

  • All
  • Video
Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Senin, 2 Februari 2026

Video: Tabligh Akbar bersama Ustadz. Abdul Somad di Masjid Trans Studio Bandung

Selasa, 27 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

Senin, 26 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

Minggu, 25 Januari 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist